Sektor pertambangan kini tengah melirik potensi penggunaan kendaraan listrik niaga sebagai bagian dari langkah modernisasi dan keberlanjutan. Terkait hal ini, Chief Operating Officer (COO) Indomobil JAC, Reggie Kurnia, menyatakan pandangan optimistisnya mengenai prospek masuknya kendaraan listrik niaga ke dalam industri pertambangan. Optimisme ini didasari oleh potensi besar yang dimiliki oleh kendaraan listrik niaga untuk mendukung berbagai aktivitas operasional di area pertambangan di Indonesia. Menurutnya, adopsi kendaraan bertenaga listrik di sektor ini memiliki prospek positif bagi masa depan industri pertambangan secara keseluruhan.
Penggunaan kendaraan listrik niaga di wilayah operasional pertambangan secara khusus ditujukan untuk mendukung program elektrifikasi yang tengah digalakkan oleh perusahaan-perusahaan tambang. Langkah elektrifikasi ini menjadi sangat krusial karena berkaitan erat dengan penerapan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan korporasi. Dengan mengintegrasikan kendaraan listrik ke dalam armada operasional mereka, perusahaan tambang berupaya untuk memenuhi tanggung jawab lingkungan dan sosial. Tujuan akhir dari penerapan prinsip ESG dan elektrifikasi ini adalah untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) atau emisi nol bersih yang telah dicanangkan.








