apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Infrastruktur Jadi Tantangan Ekspansi Kendaraan Listrik Niaga di Sektor Tambang

Nyaring AranDiterbitkan 9 Agu 2026 - 02.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Infrastruktur Jadi Tantangan Ekspansi Kendaraan Listrik Niaga di Sektor Tambang
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sektor pertambangan kini tengah melirik potensi penggunaan kendaraan listrik niaga sebagai bagian dari langkah modernisasi dan keberlanjutan. Terkait hal ini, Chief Operating Officer (COO) Indomobil JAC, Reggie Kurnia, menyatakan pandangan optimistisnya mengenai prospek masuknya kendaraan listrik niaga ke dalam industri pertambangan. Optimisme ini didasari oleh potensi besar yang dimiliki oleh kendaraan listrik niaga untuk mendukung berbagai aktivitas operasional di area pertambangan di Indonesia. Menurutnya, adopsi kendaraan bertenaga listrik di sektor ini memiliki prospek positif bagi masa depan industri pertambangan secara keseluruhan.

Penggunaan kendaraan listrik niaga di wilayah operasional pertambangan secara khusus ditujukan untuk mendukung program elektrifikasi yang tengah digalakkan oleh perusahaan-perusahaan tambang. Langkah elektrifikasi ini menjadi sangat krusial karena berkaitan erat dengan penerapan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan korporasi. Dengan mengintegrasikan kendaraan listrik ke dalam armada operasional mereka, perusahaan tambang berupaya untuk memenuhi tanggung jawab lingkungan dan sosial. Tujuan akhir dari penerapan prinsip ESG dan elektrifikasi ini adalah untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) atau emisi nol bersih yang telah dicanangkan.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Selain mendukung target emisi nol bersih, penerapan kendaraan tambang berbasis listrik juga diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung terhadap kinerja perusahaan. Salah satu dampak utama yang diharapkan adalah peningkatan efisiensi operasional di area pertambangan. Penggunaan teknologi listrik pada kendaraan dinilai dapat mengoptimalkan proses kerja harian. Di sisi lain, kehadiran armada bertenaga listrik ini juga ditujukan sebagai langkah nyata dalam mendorong proses dekarbonisasi di sektor pertambangan, sehingga emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas penambangan dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga

Maling Bobol Brankas Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto, Uang Operasional Rp 1 Miliar Raib

Maling Bobol Brankas Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto, Uang Operasional Rp 1 Miliar Raib

Meskipun potensi dan manfaat yang ditawarkan sangat besar, transisi menuju penggunaan kendaraan listrik di sektor pertambangan masih menghadapi berbagai tantangan nyata. Salah satu hambatan utama yang harus dihadapi adalah kesiapan dan ketersediaan infrastruktur pendukung di area tambang. Tantangan infrastruktur ini menjadi pekerjaan rumah yang sangat penting bagi para pelaku industri untuk segera diselesaikan demi menjamin kelancaran operasional kendaraan. Tanpa adanya infrastruktur yang memadai, potensi penuh dari kendaraan listrik niaga ini tentu tidak akan dapat dimanfaatkan secara optimal di lapangan.

Secara lebih spesifik, tantangan infrastruktur yang dihadapi mencakup beberapa aspek krusial. Aspek pertama dan yang paling utama adalah keamanan serta ketersediaan pasokan listrik di lokasi pertambangan. Selain pasokan daya, ketersediaan fasilitas pengisian daya atau charging station yang memadai juga menjadi kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi. Tidak kalah penting, keberadaan bengkel perawatan dan perbaikan khusus kendaraan listrik juga menjadi tantangan tersendiri yang harus disiapkan untuk memastikan unit kendaraan dapat terus beroperasi dengan baik dan mendapatkan penanganan yang tepat saat terjadi kendala teknis.

Baca Juga

Pemprov Sumut Mulai Pembangunan Jalan Lotu-Lahewa dan Lotu-Tuhemberuwa di Nias Utara

Pemprov Sumut Mulai Pembangunan Jalan Lotu-Lahewa dan Lotu-Tuhemberuwa di Nias Utara

Seluruh ulasan mendalam mengenai potensi besar serta tantangan dalam proses elektrifikasi kendaraan tambang ini disampaikan secara langsung oleh Reggie Kurnia. COO Indomobil JAC tersebut memaparkan pandangannya dalam sebuah sesi wawancara bersama jurnalis Shafinaz Nachiar. Diskusi mengenai masa depan kendaraan listrik di sektor pertambangan ini berlangsung dalam program Closing Bell yang disiarkan oleh CNBC Indonesia. Wawancara tersebut dilaksanakan di Jakarta pada hari Rabu, tanggal 5 Agustus 2026, dan menjadi sorotan penting bagi perkembangan industri kendaraan listrik niaga di tanah air.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kendaraan listrik

Berita Terbaru Lainnya

Maling Bobol Brankas Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto, Uang Operasional Rp 1 Miliar RaibPemprov Sumut Mulai Pembangunan Jalan Lotu-Lahewa dan Lotu-Tuhemberuwa di Nias UtaraStandard Chartered Berencana PHK Lebih dari 7.000 Karyawan Akibat Efisiensi AIRuben Amorim Kagum atas Dukungan Milanisti Indonesia di Gelora Bung KarnoLansia 70 Tahun Diduga Disekap di Apartemen Serpong, Mobil dan Ponsel RaibBank Indonesia Membuka Rekrutmen PCPM Angkatan 41 Mulai 9 Agustus 2026Pengadilan AS Perintahkan Donald Trump Setop Pembangunan Ballroom Rp 7,16 Triliun di Gedung PutihTransmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Diskon Sepeda Listrik hingga Produk Elektronik

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026