apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Indonesia Tertinggal dari Vietnam dalam Pengembangan EBT, Pemerintah Ungkap Penyebabnya

Nyaring AranDiterbitkan 2 Agu 2026 - 11.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Indonesia Tertinggal dari Vietnam dalam Pengembangan EBT, Pemerintah Ungkap Penyebabnya
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Pemerintah mengungkapkan bahwa pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, khususnya Vietnam. Hingga tahun 2025, bauran energi terbarukan di Indonesia baru mencapai kisaran 16 persen. Angka pencapaian tersebut diakui masih berada di bawah target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Informasi tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi. Ia memaparkan kondisi tersebut saat berbicara dalam acara Indonesia Net Zero Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi komitmen transisi energi bersih di tanah air.

Edi menyoroti ketimpangan yang cukup signifikan antara Indonesia dan Vietnam dalam satu dekade terakhir. Vietnam tercatat menjadi negara dengan kontribusi terbesar dalam penambahan kapasitas energi terbarukan di kawasan ASEAN. Negara tersebut menyumbang lebih dari separuh dari total penambahan kapasitas terbarukan di seluruh Asia Tenggara. Sementara itu, kontribusi Indonesia dalam periode yang sama masih tertahan di kisaran 10 persen.

Baca Juga

Menjawab Tantangan Industri Sawit Berkelanjutan Lewat Ramuan Bibit Super

Menjawab Tantangan Industri Sawit Berkelanjutan Lewat Ramuan Bibit Super

Ketertinggalan Indonesia dinilai cukup ironis mengingat potensi sumber daya alam yang melimpah. Indonesia diperkirakan memiliki potensi energi surya yang sangat besar, yakni mencapai sekitar 7.700 gigawatt. Namun, pemanfaatannya masih jauh dari optimal akibat berbagai kendala yang belum sepenuhnya teratasi di dalam negeri.

Menurut penjelasan pemerintah, keberhasilan Vietnam dalam mengakselerasi EBT didukung oleh ekosistem regulasi yang kondusif. Vietnam berhasil menarik minat investor karena menerapkan kebijakan tarif yang jelas, proses perizinan yang sederhana, serta adanya kepastian kebijakan. Faktor-faktor tersebut membuat ribuan proyek EBT di Vietnam dinilai layak dibiayai dan dapat terealisasi hanya dalam kurun waktu beberapa tahun saja.

Selain Vietnam, India juga dapat menjadi contoh sukses lainnya dalam membangun industri energi bersih. India dinilai berhasil membangun industri panel surya domestik melalui pemberian insentif yang terarah bagi sektor manufaktur. Langkah strategis tersebut kini memampukan India untuk memproduksi puluhan gigawatt modul surya setiap tahun secara mandiri.

Baca Juga

Kata Pengemudi Mobil Angkutan di Sumatera Utara Setelah Menggunakan Biodiesel B50

Kata Pengemudi Mobil Angkutan di Sumatera Utara Setelah Menggunakan Biodiesel B50

Secara global, perkembangan EBT berjalan dengan sangat cepat. Pada tahun 2025 saja, dunia mencatatkan rekor penambahan kapasitas energi terbarukan hingga mencapai sekitar 800 gigawatt. China menjadi kontributor terbesar dengan mencatatkan penambahan sekitar 500 gigawatt kapasitas energi terbarukan hanya dalam waktu satu tahun. Menariknya, kapasitas tambahan dalam satu tahun di China tersebut bahkan jauh lebih besar dibandingkan dengan total kapasitas seluruh sistem kelistrikan yang dimiliki Indonesia saat ini. Selain itu, sekitar 30 negara di dunia kini telah mampu memasang lebih dari 1 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya setiap tahunnya.

Di sisi lain, kawasan Asia Tenggara secara umum masih menghadapi tantangan besar dalam menarik modal asing untuk transisi energi. Hingga saat ini, Asia Tenggara baru mampu menarik sekitar 2 persen dari total investasi energi bersih global. Padahal, dari sisi konsumsi, kawasan ini mengonsumsi sekitar 5 persen dari total kebutuhan energi dunia. Kesenjangan investasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi negara-negara di kawasan, termasuk Indonesia, untuk terus memperbaiki iklim investasi energi terbarukannya.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

VietnaminvestasiKemenko PerekonomianEnergi TerbarukanEBT

Berita Terbaru Lainnya

Kementerian PU Optimalkan Ribuan Sumur Bor dan Bendungan Guna Hadapi KekeringanBGN Prioritaskan Beras Lokal untuk Program MBG, Pasokan Bulog Disiapkan Sebagai CadanganMenjawab Tantangan Industri Sawit Berkelanjutan Lewat Ramuan Bibit SuperKata Pengemudi Mobil Angkutan di Sumatera Utara Setelah Menggunakan Biodiesel B50Kisah Sudono Salim, Perjalanan Rutin ke Gunung Kawi dan Rahasia Spiritual di Balik Gurita BisnisnyaJurus Manajer Investasi Berburu Imbal Hasil di Tengah Sentimen Negatif Pasar KeuanganModal Numpuk Gaji, Kisah J.M.L. Bohl Menguasai 1.400 Hektare Lahan di BataviaKeseruan Laga Ekshibisi Kapolri Melawan Bahlil Lahadalia di Penutupan Kapolri Cup 2026

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap