apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Jurus Manajer Investasi Berburu Imbal Hasil di Tengah Sentimen Negatif Pasar Keuangan

Parlin SinagaDiterbitkan 2 Agu 2026 - 12.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Jurus Manajer Investasi Berburu Imbal Hasil di Tengah Sentimen Negatif Pasar Keuangan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar keuangan Indonesia saat ini sedang berada dalam fase yang penuh tantangan akibat akumulasi berbagai sentimen negatif, baik yang bersumber dari dinamika geopolitik global maupun perkembangan kebijakan ekonomi di dalam negeri. Meski demikian, situasi ini tidak sepenuhnya dinilai buruk oleh para pelaku industri reksa dana dan manajer investasi. Chief Executive Officer (CEO) Pinnacle Investment, Guntur Putra, memberikan pandangan bahwa dari sudut pandang valuasi, pasar keuangan Indonesia saat ini sudah berada pada tingkat yang sangat murah. Kondisi harga yang terdiskon ini dinilai sebagai peluang bagi para investor untuk mulai masuk kembali ke pasar keuangan domestik guna mengamankan posisi investasi jangka panjang mereka.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Pandangan optimistis di tengah tekanan pasar ini disampaikan oleh Guntur Putra dalam dialog bersama Andi Shalini dalam program Power Lunch yang disiarkan oleh CNBC pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Diskusi tersebut secara khusus mengulas taktik dan jurus para manajer investasi dalam berburu imbal hasil terbaik bagi para nasabah mereka ketika pasar sedang diselimuti awan mendung sentimen negatif. Dialog ini memberikan gambaran mengenai bagaimana para profesional keuangan menavigasi portofolio mereka agar tetap menghasilkan kinerja optimal di tengah ketidakpastian yang tinggi.

Dalam penjelasannya, terdapat sejumlah faktor eksternal dan internal yang saat ini menjadi beban bagi pergerakan pasar keuangan Indonesia. Sentimen negatif yang pertama bersumber dari konflik geopolitik berupa perang di wilayah Timur Tengah yang terus memicu kekhawatiran global. Selanjutnya, penilaian dan analisis yang dilakukan oleh penyedia indeks global terkemuka, MSCI, juga turut memberikan tekanan bagi pasar. Tekanan di pasar domestik semakin bertambah menyusul adanya sentimen terkait mundurnya Gubernur Bank Indonesia, sebuah peristiwa penting yang memicu perhatian pelaku pasar keuangan terkait arah kebijakan moneter ke depan.

Baca Juga

Dugaan Praktik Mafia Beras Fortifikasi, Modus, Dampak Kerugian, dan Langkah Pengawasan Pemerintah

Dugaan Praktik Mafia Beras Fortifikasi, Modus, Dampak Kerugian, dan Langkah Pengawasan Pemerintah

Akibat dari rentetan ketidakpastian pasar yang belum mereda tersebut, terjadi perubahan perilaku investasi yang cukup signifikan. Para investor kini menjadi lebih berhati-hati dalam menempatkan modal mereka. Untuk menghindari risiko kerugian akibat fluktuasi harga, investor cenderung mengalihkan dana mereka ke kelas aset yang dinilai lebih aman namun tetap menawarkan potensi imbal hasil yang menarik. Instrumen investasi seperti obligasi serta instrumen pasar uang menjadi pilihan utama yang paling diminati untuk mengamankan portofolio investasi saat ini.

Kendati dibayangi oleh sentimen negatif yang cukup beruntun, pasar keuangan Indonesia mendapatkan angin segar dari penilaian lembaga pemeringkat internasional. S&P Global Ratings secara resmi telah menetapkan outlook untuk peringkat utang jangka panjang Republik Indonesia berada pada level yang stabil. Penilaian ini mencerminkan bahwa meskipun kondisi eksternal sedang mengalami gejolak, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kokoh untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya.

Baca Juga

TRIV Perluas Ekosistem Bisnis dan Tingkatkan Literasi Aset Digital

TRIV Perluas Ekosistem Bisnis dan Tingkatkan Literasi Aset Digital

Penetapan peringkat utang jangka panjang dengan outlook stabil oleh S&P Global Ratings tersebut diyakini akan menjadi faktor pendorong yang sangat penting bagi pemulihan pasar. Status stabil ini dapat berfungsi sebagai katalis utama yang mampu menarik kembali aliran dana asing masuk ke dalam pasar keuangan Indonesia. Dengan adanya katalis positif ini, para manajer investasi berharap minat investor asing terhadap aset-aset keuangan di Indonesia akan kembali meningkat, sehingga dapat menyeimbangkan tekanan yang ditimbulkan oleh sentimen negatif sebelumnya dan mendorong penguatan pasar secara keseluruhan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

investasipasar keuanganS&P Global RatingsObligasiPinnacle InvestmentGuntur Putra

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Mobil Listrik Mungil dan Murah di GIIAS 2026, Pilihan, Spesifikasi, dan HargaSiap-Siap Ada Negara Baru Dekat RI, Bougainville Targetkan Merdeka Penuh pada 2030Purbaya Janji APBN Dukung Penuh Sekolah Rakyat, Ucap Ini ke SiswaDugaan Praktik Mafia Beras Fortifikasi, Modus, Dampak Kerugian, dan Langkah Pengawasan PemerintahTRIV Perluas Ekosistem Bisnis dan Tingkatkan Literasi Aset DigitalKementerian PU Optimalkan Ribuan Sumur Bor dan Bendungan Guna Hadapi KekeringanBGN Prioritaskan Beras Lokal untuk Program MBG, Pasokan Bulog Disiapkan Sebagai CadanganMenjawab Tantangan Industri Sawit Berkelanjutan Lewat Ramuan Bibit Super

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap