Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup kokoh di zona hijau pada perdagangan Selasa (18/8). Indeks ditutup menguat sebesar 0,74 persen ke level 6.449,83. Performa positif ini terjadi ketika bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi. Berseberangan dengan penguatan IHSG, indeks LQ45 justru ditutup melemah sebesar 0,20 persen ke level 631,03.
Aktivitas perdagangan pada hari ini mencatatkan nilai transaksi yang mencapai Rp 14,51 triliun. Adapun volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 32,92 miliar lembar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia mencapai 2,18 juta kali.
Beberapa saham yang menjadi jajaran top gainers di antaranya adalah KIJA (Kawasan Industri Jababeka) yang melonjak 43 poin atau 34,96 persen ke level 166, disusul PADA (Personel Alih Daya) yang naik 60 poin atau 33,33 persen ke level 240. Selain itu, saham JARR (Jhonlin Agro Raya) juga naik 500 poin atau 24,88 persen ke level 2.510. Penguatan juga dialami oleh saham INET (Sinergi Inti Andalan Prima) yang naik 58 poin atau 24,79 persen ke level 292, serta ASLI (Asri Karya Lestari) yang menguat 52 poin atau 24,76 persen ke level 262.
Prabowo Kebut Swasembada Pangan, Siapkan Rp 195 T di 2027

Di sisi lain, saham yang mengalami penurunan terdalam atau masuk kategori top losers dipimpin oleh TCPI (Transcoal Pacific) yang merosot 540 poin atau 15 persen ke level 3.060, serta BAIK (Bersama Mencapai Puncak) yang melemah 58 poin atau 14,87 persen ke level 332. Pelemahan ini juga diikuti oleh saham STAR (Calculus Global Ventures) yang turun 46 poin atau 9,91 persen ke level 418, GRPM (Graha Prima Mentari) yang turun 19 poin atau 9,74 persen ke level 176, dan FUTR (Futura Energi Global) yang turun 32 poin atau 9,52 persen ke level 304.
Untuk transaksi saham teraktif berdasarkan nilai perdagangan, BBCA (Bank Central Asia) mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp 731,20 miliar. Posisi selanjutnya diikuti oleh TPIA (Chandra Asri Pacific) dengan nilai transaksi sebesar Rp 579,06 miliar, serta CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) yang mencatatkan nilai transaksi Rp 496,95 miliar. Sementara itu, berdasarkan volume transaksi, saham BUMI (Bumi Resources) mencatatkan perdagangan sebanyak 22,22 juta lembar saham dan INET (Sinergi Inti Andalan Prima) mencatatkan volume transaksi sebanyak 15,87 juta lembar saham.
Mendorong Ekspor Perikanan Nasional Melalui Ekspansi Pasar Global dan Pengelolaan Laut Berkelanjutan

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah sore ini di level Rp 17.870,6 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan harga pembukaan pagi yang berada di level Rp 17.820, mata uang rupiah mengalami penurunan sebesar 50,6 poin atau melemah 0,28 persen.
Di tingkat regional, pergerakan bursa saham Asia ditutup bervariasi. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun 2,47 persen ke level 67.521, sedangkan indeks Straits Times di Singapura juga melemah 1,31 persen ke level 5.693,54. Di sisi lain, indeks Hang Seng di Hong Kong berhasil naik 0,07 persen ke level 25.471,15, dan indeks SSE Composite di China juga menguat 0,19 persen ke level 3.990,3.






