Wilayah Pakistan saat ini sedang menghadapi dampak serius dari musim hujan monsun yang melanda sejak pertengahan tahun 2026. Curah hujan yang luar biasa tinggi telah memicu bencana ganda berupa banjir besar dan tanah longsor di berbagai daerah. Berdasarkan data yang dihimpun, rangkaian bencana hidrometeorologi ini telah merenggut sedikitnya 110 korban jiwa sejak akhir Juni lalu. Dampak visual dari bencana ini terlihat jelas di beberapa pemukiman yang terendam air, seperti yang terjadi di Desa Noorpur, wilayah Muridke. Pada tanggal 28 Juli 2026, desa tersebut dilaporkan tergenang banjir akibat luapan air yang dipicu oleh hujan monsun yang terus mengguyur tanpa henti.
Bencana ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari cuaca buruk yang telah berlangsung cukup lama. Hujan monsun di Pakistan tercatat mulai turun secara intensif sejak tanggal 26 Juni 2026. Sejak hari pertama hujan tersebut mengguyur, berbagai insiden mematikan mulai dilaporkan di berbagai titik. Selain menelan korban jiwa, laporan terkini menunjukkan bahwa sekitar 360 orang mengalami luka-luka akibat berbagai insiden yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut. Kerusakan fisik pada bangunan juga sangat masif, di mana hampir 800 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi selama musim hujan yang hingga kini masih terus berlangsung.








