apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Internasional

Hujan Monsun Dahsyat di Pakistan, Bagaimana Bencana Ini Merenggut Ratusan Nyawa dan Merendam Pemukiman?

Domu TobingDiterbitkan 30 Jul 2026 - 14.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Hujan Monsun Dahsyat di Pakistan, Bagaimana Bencana Ini Merenggut Ratusan Nyawa dan Merendam Pemukiman?
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Wilayah Pakistan saat ini sedang menghadapi dampak serius dari musim hujan monsun yang melanda sejak pertengahan tahun 2026. Curah hujan yang luar biasa tinggi telah memicu bencana ganda berupa banjir besar dan tanah longsor di berbagai daerah. Berdasarkan data yang dihimpun, rangkaian bencana hidrometeorologi ini telah merenggut sedikitnya 110 korban jiwa sejak akhir Juni lalu. Dampak visual dari bencana ini terlihat jelas di beberapa pemukiman yang terendam air, seperti yang terjadi di Desa Noorpur, wilayah Muridke. Pada tanggal 28 Juli 2026, desa tersebut dilaporkan tergenang banjir akibat luapan air yang dipicu oleh hujan monsun yang terus mengguyur tanpa henti.

Bencana ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari cuaca buruk yang telah berlangsung cukup lama. Hujan monsun di Pakistan tercatat mulai turun secara intensif sejak tanggal 26 Juni 2026. Sejak hari pertama hujan tersebut mengguyur, berbagai insiden mematikan mulai dilaporkan di berbagai titik. Selain menelan korban jiwa, laporan terkini menunjukkan bahwa sekitar 360 orang mengalami luka-luka akibat berbagai insiden yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut. Kerusakan fisik pada bangunan juga sangat masif, di mana hampir 800 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi selama musim hujan yang hingga kini masih terus berlangsung.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Baca Juga

Strategi Baru Ukraina Mengincar Jantung Logistik Rusia, Mengapa Wilayah Ekonomi Putin Mulai Goyah?

Strategi Baru Ukraina Mengincar Jantung Logistik Rusia, Mengapa Wilayah Ekonomi Putin Mulai Goyah?

Dampak buruk dari cuaca ekstrem ini tersebar di beberapa provinsi di Pakistan, namun tingkat keparahannya berbeda-beda di setiap wilayah. Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yang terletak di bagian barat laut Pakistan, menjadi wilayah yang mencatat jumlah korban jiwa paling banyak dibandingkan wilayah lainnya. Sementara itu, Provinsi Punjab menempati posisi kedua sebagai wilayah dengan jumlah korban jiwa terbesar berikutnya setelah Khyber Pakhtunkhwa. Dua provinsi ini menjadi fokus perhatian utama bagi otoritas setempat dalam memetakan dampak kerusakan dan menyalurkan bantuan darurat.

Langkah penanganan dan pemantauan situasi darurat ini dikoordinasikan secara langsung di tingkat pusat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pakistan, yang dikenal sebagai National Disaster Management Authority (NDMA), menjadi lembaga utama yang mengumpulkan data dan mengoordinasikan respons darurat. NDMA telah menyampaikan paparan resmi mengenai status penanganan bencana kepada Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Pertemuan dan pemaparan laporan tersebut dilakukan di Islamabad guna menentukan langkah strategis yang harus diambil oleh pemerintah dalam membantu para korban serta meminimalkan dampak buruk yang lebih luas.

Baca Juga

Wabah Ebola di Kongo Kian Mengkhawatirkan, Pemerintah Siapkan Kuburan Massal

Wabah Ebola di Kongo Kian Mengkhawatirkan, Pemerintah Siapkan Kuburan Massal

Mengingat musim hujan monsun di Pakistan masih terus berjalan dan belum berakhir sepenuhnya, penting untuk dipahami bahwa data-data yang dilaporkan saat ini masih bersifat sementara dan memiliki keterbatasan. Potensi terjadinya hujan susulan yang memicu banjir baru atau longsor tambahan masih sangat mungkin terjadi di lapangan. Oleh karena itu, jumlah korban meninggal yang saat ini tercatat minimal 110 orang, korban luka sebanyak 360 orang, serta hampir 800 rumah yang rusak masih berupa estimasi sementara yang dikumpulkan hingga akhir Juli 2026. Pihak berwenang dan masyarakat setempat tetap diimbau untuk terus bersiaga menghadapi perkembangan situasi cuaca ekstrem yang belum mereda.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

bencana alamPakistanBanjir MonsunNDMAKhyber PakhtunkhwaPunjab

Berita Terbaru Lainnya

SPBUN-SGN Apresiasi Langkah DPR RI Selesaikan Polemik KetenagakerjaanMemahami Proses Pelimpahan Kasus Narkoba White Rabbit ke Kejaksaan Negeri Jakarta SelatanMisteri Temuan Potongan Kaki Bayi dari Muntahan Biawak di Purwakarta, Apa yang Kita Ketahui Sejauh Ini?Bentrokan Dua Kampung di Manggarai Barat NTT Picu Pembakaran Kendaraan Akibat Sengketa LahanToko Hijab Mandja Ivan Gunawan di Purwokerto Dibobol Maling, Pelaku Berhasil Diringkus PolisiGolkar Nilai Penonaktifan Tiga Anggota DPRD TTU Terkait Kasus dr Icha sebagai Langkah AdilStrategi Baru Ukraina Mengincar Jantung Logistik Rusia, Mengapa Wilayah Ekonomi Putin Mulai Goyah?Wabah Ebola di Kongo Kian Mengkhawatirkan, Pemerintah Siapkan Kuburan Massal

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap