Dunia politik Thailand kembali diguncang oleh usulan yang tidak biasa dan memicu perdebatan hangat. Mongkolkit Suksintharanont, salah satu kandidat perdana menteri dari Partai Thai Alternative (New Alternative), menjadi pusat perhatian setelah melontarkan gagasan agar kaum perempuan diizinkan untuk memiliki hingga empat suami secara legal. Usulan tersebut disampaikan secara terbuka melalui sebuah unggahan di akun Facebook pribadinya pada tanggal 13 Januari.
Bagi sebagian kalangan, gagasan ini mungkin terdengar seperti gurauan atau sekadar taktik mencari perhatian. Namun, Mongkolkit dengan tegas membantah anggapan tersebut. Ia menyatakan bahwa usulan memperbolehkan perempuan memiliki empat suami bukanlah sebuah satire atau candaan. Sebaliknya, gagasan kontroversial ini secara resmi dimasukkan ke dalam platform politik yang diusung oleh partainya untuk menghadapi pemilu mendatang. Dengan menjadikannya program resmi, isu ini bergeser dari sekadar wacana media sosial menjadi komitmen politik formal.
Langkah berani Mongkolkit ini segera mendapat respons keras dari rival politiknya. Ruangkrai Leekitwattana, seorang kandidat anggota parlemen dari Partai Palang Pracharath, mengajukan permohonan resmi kepada Komisi Pemilihan Umum Thailand untuk menyelidiki janji kampanye tersebut. Ruangkrai menilai bahwa janji politik yang diusung Mongkolkit berpotensi melanggar regulasi pemilu yang berlaku di negara tersebut, terutama terkait dengan keabsahan informasi yang disampaikan kepada publik.
LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Salah satu poin keberatan utama yang diajukan oleh Ruangkrai berkaitan dengan klaim pembanding yang digunakan oleh Mongkolkit. Mongkolkit dilaporkan sempat membandingkan usulannya tersebut dengan ketentuan dalam hukum Islam. Ruangkrai menegaskan bahwa klaim tersebut sangat menyesatkan karena hukum Islam sama sekali tidak mengizinkan seorang perempuan memiliki lebih dari satu suami atau mempraktikkan poliandri. Di bawah aturan pemilu Thailand, setiap kandidat maupun partai politik dilarang keras menyebarkan informasi palsu atau memicu kesalahpahaman di kalangan masyarakat pemilih.
Ini bukan pertama kalinya Mongkolkit Suksintharanont melahirkan gagasan-gagasan yang memicu kontroversi. Politisi dari Partai Thai Alternative ini dikenal memiliki rekam jejak dalam mengajukan program-program yang tidak biasa. Sebelumnya, ia pernah mengusulkan pembentukan pasukan antariksa khusus untuk Thailand hanya dalam kurun waktu satu bulan setelah dirinya menjabat sebagai perdana menteri. Selain itu, ia juga sempat mewacanakan pemberian insentif berupa uang tunai bagi perempuan guna mendongkrak angka kelahiran. Program lain yang tidak kalah unik adalah usulan untuk mewajibkan olahraga setiap hari bagi warga usia produktif sebagai syarat untuk mendapatkan kenaikan gaji.
Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Hingga saat ini, proses penyelidikan oleh Komisi Pemilihan Umum Thailand terhadap janji kampanye Mongkolkit masih berjalan, dan belum ada keputusan akhir mengenai sanksi atau tindakan hukum yang akan diambil. Kasus ini menjadi sorotan penting mengenai batasan janji kampanye dalam sistem demokrasi di Thailand, di mana batas antara kebebasan menawarkan program kerja dan kewajiban menyampaikan informasi yang akurat kini tengah diuji oleh lembaga pengawas pemilu setempat.






