apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Hasil Autopsi Eks Istri Polisi di Medan, Dokter Forensik Jelaskan Asal-usul Luka Lebam

Parlin SinagaDiterbitkan 7 Agu 2026 - 21.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Hasil Autopsi Eks Istri Polisi di Medan, Dokter Forensik Jelaskan Asal-usul Luka Lebam
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Peristiwa tewasnya L, mantan istri anggota Polsek Medan Sunggal Bripda IH, di sebuah rumah di Kompleks Bumi Asri, Medan, Sumatera Utara, terus bergulir. Penemuan jasad korban dengan luka tembak tersebut sempat memicu tanda tanya besar dari pihak keluarga. Mereka menaruh kecurigaan bahwa L bukan mengakhiri hidupnya sendiri, melainkan sempat menjadi korban penganiayaan sebelum tewas. Dugaan ini muncul setelah pihak keluarga mendapati sejumlah luka lebam di tubuh korban saat jenazah dievakuasi.

Untuk menjawab keraguan tersebut, Dokter Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan, dr. Mistar Ritonga, memaparkan hasil pemeriksaan medis dalam konferensi pers di Polrestabes Medan

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
pada Kamis (6/8). Mistar menjelaskan bahwa luka yang dialami korban merupakan luka tembak tempel. Istilah medis ini merujuk pada kondisi di mana moncong senjata api ditempelkan secara langsung pada bagian kepala atau kulit korban saat peluru ditembakkan.

Lebih lanjut, jalannya proyektil di dalam kepala korban juga dijelaskan secara rinci. Peluru masuk dari sisi sebelah kanan kepala, kemudian menelusuri dasar tengkorak hingga menyebabkan keretakan, sebelum akhirnya menembus ke arah kiri. Mistar memaparkan bahwa kecepatan dan kekuatan peluru menurun drastis setelah melewati bagian tubuh yang keras seperti tulang tengkorak. Akibat penurunan energi tersebut, proyektil tidak memiliki daya dorong yang cukup untuk menembus kulit luar sebelah kiri dan akhirnya terhenti tepat di bawah lapisan kulit.

Baca Juga

Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Anak Selama Periode Emas 1000 HPK

Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Anak Selama Periode Emas 1000 HPK

Mengenai kecurigaan keluarga tentang adanya luka lebam akibat penganiayaan fisik, tim dokter forensik memberikan penjelasan ilmiah yang berbeda. Lebam berwarna biru di sekitar mata kiri korban, menurut Mistar, bukan disebabkan oleh pukulan atau kekerasan dari luar. Kondisi tersebut terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di dasar tengkorak, yang dikenal sebagai sirkulus Willisii, akibat jalur lintasan peluru. Darah yang merembes kemudian menumpuk di kelopak mata, sebuah fenomena medis yang biasa disebut sebagai hematom kacamata.

Selain lebam di area mata, perubahan warna biru pada bagian tubuh lain juga diidentifikasi sebagai lebam mayat (post-mortem lividity). Proses ini merupakan fenomena alami setelah kematian di mana darah mengendap di bagian tubuh tertentu akibat pengaruh gravitasi. Mistar menegaskan bahwa selama proses autopsi, pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik luar yang baru. Satu-satunya luka fisik luar yang ditemukan adalah bekas sayatan lama berwarna cokelat yang terletak di bagian dalam pergelangan tangan kiri depan korban.

Baca Juga

Penyelidikan Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Polisi Ungkap Hasil Uji Forensik dan Posisi Senjata

Penyelidikan Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Polisi Ungkap Hasil Uji Forensik dan Posisi Senjata

Klarifikasi juga diberikan terkait adanya jahitan pada leher korban yang sempat dicurigai sebagai bekas pencekikan. Dokter forensik membantah adanya bekas cekikan pada leher L saat pemeriksaan dilakukan. Jahitan tersebut murni merupakan bagian dari prosedur autopsi menyeluruh yang dilakukan oleh tim medis. Dalam proses autopsi lengkap, tim dokter harus melakukan insisi atau pembukaan mulai dari bagian kepala, leher, hingga ke bagian perut bawah (symphysis), yang kemudian dijahit kembali setelah pemeriksaan organ dalam selesai.

Meskipun hasil autopsi forensik secara medis menjelaskan asal-usul luka lebam dan mekanisme luka tembak tempel pada tubuh L, penyelidikan menyeluruh atas kasus ini masih berada di bawah wewenang Polrestabes Medan. Keterangan medis ini diharapkan dapat memperjelas keraguan publik dan pihak keluarga terkait kondisi fisik korban, sembari kepolisian mengumpulkan bukti-bukti penunjang lainnya untuk menyimpulkan penyebab pasti di balik kematian mantan istri personel kepolisian tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

MedanPolrestabes MedanAutopsiKematian Eks Istri Polisi

Berita Terbaru Lainnya

Danantara dan Kementerian Keuangan Bersinergi Dorong Konsolidasi BUMN Lewat Relaksasi PajakAda Apa dengan Saham Energi? Asing Kompak SerokInvestasi S&P 500 dan Nasdaq Kini Bisa Lewat Blockchain Melalui Tokenized ETFDewan Perdamaian Trump Rilis Kontrak Pertama Pembangunan Pos Militer di GazaNilai Transfer Fantastis James Trafford ke Leeds United dan Rekor Kiper Termahal InggrisPersebaya Juara Piala Presiden 2026, Ribuan Suporter Konvoi Padati Jalanan SurabayaMenjaga Kesehatan Saluran Cerna Anak Selama Periode Emas 1000 HPKTrump Geram Kebocoran Cadangan Amunisi AS Perlemah Posisi Hadapi Iran

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap