apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Harga Minyak Dunia Anjlok Nyaris 5 Persen ke US$83 Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Nyaring AranDiterbitkan 3 Agu 2026 - 20.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Minyak Dunia Anjlok Nyaris 5 Persen ke US$83 Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Harga minyak dunia mengalami penurunan yang sangat signifikan pada perdagangan hari Senin (3/8). Berdasarkan data pasar terbaru, harga minyak mentah global dilaporkan anjlok hampir 5 persen hingga menyentuh kisaran level US$83 per barel. Penurunan tajam pada komoditas energi ini terjadi menyusul adanya keputusan penting dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Donald Trump secara resmi memutuskan untuk menunda rencana serangan baru terhadap pihak Iran. Keputusan penundaan serangan tersebut langsung direspons oleh pasar global, memberikan dampak instan berupa penurunan ketegangan geopolitik yang berujung pada merosotnya harga minyak mentah pada awal pekan ini.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Secara lebih rinci, penurunan harga minyak dunia ini terlihat jelas pada dua jenis minyak mentah acuan utama yang menjadi barometer global. Harga minyak mentah Brent dilaporkan mengalami kemerosotan sebesar 4,72 persen menjadi US$83,78 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga mencatatkan penurunan yang tidak kalah tajam, yaitu merosot sebesar 5,21 persen hingga mencapai level US$80,26 per barel. Koreksi harga yang terjadi pada hari Senin (3/8) ini kontras dengan pergerakan harga pada periode sebelumnya. Pada sepanjang bulan lalu, harga minyak dunia sempat mengalami lonjakan yang sangat tinggi hingga lebih dari 20 persen akibat eskalasi konflik yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga

Listrik Padam di Jakarta Selatan dan Tangsel, PLN Selidiki Gangguan Jalur Gandul-Cirendeu

Listrik Padam di Jakarta Selatan dan Tangsel, PLN Selidiki Gangguan Jalur Gandul-Cirendeu

Sebelum adanya keputusan penundaan serangan oleh Presiden Donald Trump, kekhawatiran di pasar energi global memang sempat meningkat tajam akibat kondisi keamanan di jalur pasokan minyak. Hal ini dipicu oleh terjadinya serangkaian serangan terhadap kapal-kapal tanker di sekitar wilayah perairan Oman. Rentetan serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran keamanan yang mendalam bagi industri maritim, sehingga membuat banyak perusahaan pelayaran menjadi enggan dan ragu untuk memasuki kawasan Teluk. Dalam situasi yang tegang ini, penundaan serangan baru ke Iran yang diputuskan oleh Amerika Serikat memiliki tujuan strategis. Langkah penundaan tersebut ditujukan untuk membuka jalan damai demi menghentikan program nuklir dari pihak Teheran, sekaligus untuk membuka kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Terkait dengan perkembangan situasi politik dan diplomasi ini, Presiden Donald Trump memberikan penjelasan resmi melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada hari Sabtu (1/8). Dalam unggahan tersebut, Trump menyatakan bahwa pihak Iran bersama dengan sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah telah mengajukan permintaan untuk mendapatkan tambahan waktu. Tambahan waktu tersebut rencananya akan digunakan untuk merampungkan sebuah kesepakatan penting. Menurut penjelasan yang disampaikan oleh Donald Trump, kesepakatan tersebut nantinya diharapkan akan menghasilkan pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz secara segera, penuh, dan total. Selain itu, kesepakatan tersebut juga ditargetkan untuk mengakhiri ancaman nuklir dari Iran secara menyeluruh.

Baca Juga

Gunung Semeru Erupsi Lima Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Tetap Dipertahankan

Gunung Semeru Erupsi Lima Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Tetap Dipertahankan

Meskipun pasar merespons positif keputusan penundaan serangan ini dengan penurunan harga minyak mentah, para pelaku pasar dan investor masih bersikap waspada dan memantau perkembangan situasi dengan cermat. Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, memberikan pandangannya mengenai dinamika pasar saat ini. Menurut Tony Sycamore, perhatian utama dari para investor kini tertuju pada kelanjutan dari proses negosiasi tersebut. Para pelaku pasar sangat mengkhawatirkan kemungkinan gagalnya proses negosiasi ini, seperti halnya kegagalan proses negosiasi yang terjadi pada pekan sebelumnya. Kekhawatiran akan terulangnya kegagalan perundingan seperti pekan lalu menjadi faktor krusial yang membuat ketidakpastian di pasar minyak global masih tetap membayangi.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpIranSelat Hormuzharga minyak

Berita Terbaru Lainnya

Listrik Padam di Jakarta Selatan dan Tangsel, PLN Selidiki Gangguan Jalur Gandul-CirendeuGunung Semeru Erupsi Lima Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Tetap DipertahankanPansus 17 DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Pembangunan RSUD dan Gedung InspektoratKomisi Yudisial Uji Calon Hakim Agung dan Ad Hoc untuk Penuhi Lowongan di Mahkamah AgungPenyebab Mati Lampu di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan Mulai TerungkapLebih dari 100 Kapal Ekspor Sempat Tertahan Imbas Perbedaan Tafsir Aturan Logam Tanah JarangPertamina Pastikan Truk Tangki dalam Kecelakaan Maut di Tanah Bumbu Bukan Armada PerusahaanLaba Bersih Lippo Karawaci Melonjak Jadi Rp 385 Miliar pada Semester I-2026

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AITeknologi 路 29 Jul 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap