Kebakaran hebat yang melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, menyisakan kecemasan mendalam bagi keluarga penumpang. Kapal yang dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran ini tengah melayani rute Surabaya menuju Makassar dengan mengangkut sekitar 250 orang penumpang saat musibah tersebut terjadi. Di tengah proses evakuasi yang terus berjalan, sejumlah keluarga korban kini berdatangan untuk mencari kepastian mengenai nasib dan kondisi kerabat mereka.
Salah satu keluarga yang dilanda kekhawatiran adalah Devi, seorang warga asal Gresik. Ia mengaku baru mengetahui bahwa suaminya, Deni Vristiawan yang berusia 39 tahun, menjadi salah satu penumpang di kapal nahas tersebut setelah melihat siaran langsung di media sosial sekitar pukul 11.30 WIB. Deni merupakan seorang sopir tronton yang baru pertama kali melakukan perjalanan kerja menuju Sulawesi. Devi terakhir kali berkomunikasi dengan suaminya melalui sambungan telepon pada pagi hari kejadian sekitar pukul 07.00 WIB, namun setelah itu sang suami tidak lagi dapat dihubungi.
Kesulitan serupa dalam mencari informasi juga dialami oleh Samparia, warga asal Makassar. Ia mengaku kesulitan memperoleh kejelasan karena nama kerabatnya dilaporkan tidak tercantum dalam manifes resmi penumpang kapal. Kondisi ini memperkuat adanya dugaan mengenai keberadaan penumpang yang tidak tercatat dalam manifes resmi. Di sisi lain, Susilo, seorang pemilik perusahaan ekspedisi di Pelabuhan Tanjung Perak, juga tengah menunggu kabar dengan cemas. Ia mengirimkan lima orang pegawainya di kapal tersebut untuk mengawal pengiriman hewan berupa kuda dan kambing. Hingga kini, empat pegawainya telah dinyatakan selamat, sementara satu orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Berdasarkan kronologi kejadian, kebakaran kapal ini dilaporkan terjadi antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB oleh nakhoda kapal sebelum komunikasi terputus sepenuhnya. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi awal mengenai kebakaran dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB pada hari Minggu. Petugas segera bergerak cepat, dan pada pukul 09.00 WIB, Pos SAR Sumenep melakukan koordinasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget untuk melacak keberadaan kapal.
Kepastian mengenai posisi kapal diperoleh pada pukul 09.45 WIB setelah pihak SROP berkomunikasi dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi kejadian. Posisi KMP Mutiara Sentosa 2 terkonfirmasi berada pada jarak 19 mil laut di sebelah utara Pulau Buruan, Sapudi. Saat ditemukan, kondisi fisik kapal dilaporkan hampir terbakar seluruhnya, sehingga memaksa para penumpang untuk berkumpul dan bertahan di bagian anjungan serta haluan kapal untuk menyelamatkan diri.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Hingga Minggu malam pukul 21.00 WIB, data dari Basarnas mencatat bahwa sebanyak 231 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Proses pemulangan korban terus dilakukan, di mana sebanyak 111 penumpang telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pada Senin dini hari setelah dievakuasi menggunakan kapal bantuan Meratus Pematang Siantar. Setibanya di pelabuhan, para penumpang langsung didata dan didokumentasikan melalui posko Ante Mortem Biddokkes Polda Jatim.






