Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dilaporkan mengalami aktivitas vulkanik berupa erupsi. Berdasarkan data terbaru, gunung api tersebut mengalami dua kali erupsi berturut-turut pada hari Selasa, 4 Agustus 2026. Peristiwa alam ini memicu keluarnya material vulkanik berupa abu yang membubung ke udara. Rangkaian letusan yang terjadi dalam waktu yang relatif berdekatan ini menjadi perhatian karena menyemburkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian yang berbeda-beda ke wilayah sekitarnya.
Erupsi pertama yang terjadi pada hari Selasa pagi tersebut tercatat berlangsung pada pukul 06.13 WITA. Pada letusan pertama ini, tinggi kolom abu vulkanik yang berhasil teramati oleh petugas pemantau mencapai kurang lebih 800 meter di atas puncak gunung. Jika diukur secara keseluruhan dari atas permukaan air laut, ketinggian kolom abu dari letusan pertama ini mencapai sekitar 2.384 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang terbentuk dari letusan awal ini dilaporkan memiliki warna kelabu dengan intensitas yang tebal. Berdasarkan pengamatan visual, hembusan angin membawa abu vulkanik tersebut bergerak condong ke arah barat dan barat laut.
Selain pengamatan visual terhadap kolom abu, aktivitas erupsi pertama Gunung Lewotobi Laki-laki ini juga terekam dengan jelas melalui peralatan pendeteksi getaran. Berdasarkan data dari alat seismograf, letusan pertama yang terjadi pada pukul 06.13 WITA tersebut tercatat memiliki kekuatan amplitudo maksimum sebesar 14,8 milimeter. Getaran akibat erupsi pertama ini berlangsung dengan durasi kurang lebih selama 116 detik sebelum akhirnya mereda kembali. Pengukuran seismik ini memberikan gambaran teknis mengenai kekuatan getaran saat pelepasan material abu vulkanik pertama terjadi.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Selang beberapa waktu setelah letusan pertama mereda, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali menunjukkan aktivitas vulkanik susulan. Erupsi kedua dilaporkan terjadi pada pukul 07.34 WITA pada hari yang sama. Pada letusan yang kedua ini, kolom abu vulkanik yang disemburkan dari kawah gunung terpantau memiliki ketinggian yang lebih rendah dibandingkan dengan letusan sebelumnya, yaitu setinggi 300 meter di atas puncak gunung. Meskipun ketinggian kolom abunya berbeda, karakteristik visual abu vulkanik dari letusan kedua ini menunjukkan kemiripan dengan letusan pertama, yakni berwarna kelabu tebal dan bergerak tertiup angin ke arah barat serta barat laut.
Hingga laporan mengenai aktivitas gunung api ini disusun dan dipublikasikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan kedua yang terjadi pada pukul 07.34 WITA tersebut dilaporkan masih terus berlangsung. Pihak PVMBG mengonfirmasi bahwa saat laporan berkala mengenai kejadian erupsi ini dibuat, proses keluarnya abu vulkanik dari kawah Gunung Lewotobi Laki-laki belum berhenti sepenuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik di dalam tubuh gunung masih terus aktif dan dinamis pada hari Selasa pagi tersebut.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Mengingat arah sebaran abu vulkanik dari kedua letusan tersebut secara konsisten mengarah ke wilayah barat dan barat laut, kondisi ini memerlukan perhatian khusus bagi wilayah-wilayah yang berada di bawah jalur sebaran abu tersebut. Kabupaten Flores Timur di Nusa Tenggara Timur yang menjadi lokasi keberadaan Gunung Lewotobi Laki-laki terus dipantau perkembangannya. Laporan dari PVMBG ini menjadi acuan penting untuk mengetahui kondisi terkini dari aktivitas vulkanik gunung tersebut, terutama karena status erupsi kedua yang masih berjalan saat data dihimpun.






