Kampanye militer Amerika Serikat di Timur Tengah kini menghadapi tantangan logistik yang serius. Setelah lima bulan terlibat dalam perang melawan Iran, persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi milik Pentagon dilaporkan telah terkuras secara drastis. Konflik yang dimulai pada Februari lalu saat Presiden Donald Trump meluncurkan operasi militer bersama Israel ini awalnya diprediksi akan berlangsung singkat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya, dengan Angkatan Darat AS yang terpaksa menggunakan sebagian besar stok global rudal andalannya untuk menopang pertempuran tersebut.








