apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Politik

Gudang Senjata Pentagon Terkuras, Perang Iran Picu Krisis Amunisi Presisi Tinggi AS

Usat NgajiDiterbitkan 5 Agu 2026 - 09.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gudang Senjata Pentagon Terkuras, Perang Iran Picu Krisis Amunisi Presisi Tinggi AS
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kampanye militer Amerika Serikat di Timur Tengah kini menghadapi tantangan logistik yang serius. Setelah lima bulan terlibat dalam perang melawan Iran, persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi milik Pentagon dilaporkan telah terkuras secara drastis. Konflik yang dimulai pada Februari lalu saat Presiden Donald Trump meluncurkan operasi militer bersama Israel ini awalnya diprediksi akan berlangsung singkat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya, dengan Angkatan Darat AS yang terpaksa menggunakan sebagian besar stok global rudal andalannya untuk menopang pertempuran tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
Menurut data dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), tingkat konsumsi senjata AS selama konflik ini tergolong sangat tinggi. Dalam laporan yang dirilis baru-baru ini, CSIS memperkirakan sekitar 65 persen dari total stok pencegat Patriot telah habis digunakan dalam kurun waktu antara Februari hingga Juli. Selain itu, persediaan pencegat rudal balistik Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik militer AS juga menyusut setidaknya 38 persen dibandingkan dengan jumlah persediaan pada awal perang. Tidak hanya itu, AS dilaporkan telah menghabiskan sedikit kurang dari setengah dari seluruh stok global rudal jelajah Tomahawk sejak pertempuran dimulai.
Baca Juga

Pelabuhan Indonesia Jadi Sorotan Amerika Serikat, Ada Apa?

Pelabuhan Indonesia Jadi Sorotan Amerika Serikat, Ada Apa?

Kondisi paling kritis terjadi pada kategori rudal permukaan-ke-permukaan, khususnya Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM). Laporan menunjukkan bahwa AS telah menggunakan hampir seluruh persediaan kedua jenis senjata andalan tersebut. ATACMS sendiri merupakan rudal yang sangat penting karena sebelumnya juga dipasok ke Ukraina untuk menyerang sasaran di dalam wilayah Rusia. Sementara itu, PrSM disiapkan sebagai generasi baru yang lebih canggih untuk menggantikan ATACMS yang memiliki jangkauan lebih pendek. Untuk mengatasi kekosongan ini, militer AS telah memesan PrSM dalam jumlah besar, namun pengirimannya baru dijadwalkan pada tahun 2027 mendatang seiring rencana penghentian bertahap produksi ATACMS.

Di tengah menyusutnya cadangan persenjataan ini, terdapat perbedaan pandangan yang cukup mencolok antara Gedung Putih dan data di lapangan. Presiden Donald Trump tetap menunjukkan sikap optimis dengan menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki amunisi yang jauh lebih banyak dibandingkan siapa pun di dunia, bahkan melebihi kebutuhan militer mereka sendiri. Trump juga menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan pertahanan dalam negeri saat ini tengah memproduksi amunisi dalam volume yang lebih besar dari sebelumnya. Dua produsen utama yang memikul beban produksi ini adalah Lockheed Martin, yang memproduksi ATACMS, PrSM, dan sistem THAAD, serta Raytheon selaku pembuat rudal Tomahawk dan pencegat Patriot.

Baca Juga

Denmark Perkuat Pertahanan, Kirim Wajib Militer ke Greenland di Tengah Ketegangan Geopolitik

Denmark Perkuat Pertahanan, Kirim Wajib Militer ke Greenland di Tengah Ketegangan Geopolitik

Senada dengan pernyataan Trump, juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menegaskan kesiapan militer AS. Parnell menyatakan bahwa militer Amerika Serikat tetap menjadi kekuatan terkuat di dunia dan memiliki segala kapabilitas yang dibutuhkan untuk melaksanakan operasi militer kapan pun dan di mana pun sesuai perintah Presiden. Meski demikian, operasi militer skala besar ini terus berjalan di bawah bayang-bayang ketidakpastian politik di dalam negeri. Hingga saat ini, belum ada permintaan deklarasi perang maupun otorisasi penggunaan kekuatan militer yang diajukan kepada Kongres AS, meskipun rudal-rudal presisi tinggi tersebut telah digunakan untuk menyerang target di dalam wilayah Iran sejak Maret lalu berdasarkan laporan CSIS.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IranAmerika SerikatPentagonRudal Militer

Berita Terbaru Lainnya

Sederet Gelar Adat yang Diterima Presiden Joko Widodo dari Berbagai DaerahTASPEN Serahkan Manfaat THT dan JKK Senilai Rp344 Juta kepada Ahli Waris Petugas Damkar DKI JakartaInovasi Layanan Daerah Pacu Capaian Aktivasi Identitas Kependudukan DigitalBPS dan Dukcapil Perkuat Satu Data, Identitas Kependudukan Digital Jadi Langkah TerobosanPelabuhan Indonesia Jadi Sorotan Amerika Serikat, Ada Apa?Denmark Perkuat Pertahanan, Kirim Wajib Militer ke Greenland di Tengah Ketegangan GeopolitikQatar Ungkap Kemajuan Mediasi Konflik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Langsung MerosotKenyang dengan Pemadaman Listrik Massal, Krisis Energi Kuba Belum Berakhir

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap