Sebanyak 238 penumpang berhasil dievakuasi dari musibah kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8). Di balik peristiwa menegangkan tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia. Di antara ratusan korban yang selamat, terdapat kisah heroik dari seorang pria bernama Muhammad Saleh (44), warga asal Punagaya, Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang berjuang menyelamatkan penumpang lain di tengah lautan dengan cara yang tidak biasa.
Sebelum musibah terjadi, Saleh memikul tanggung jawab untuk mengawal pengiriman 17 ekor kuda dari Surabaya menuju Makassar. Namun, perjalanan laut tersebut berubah menjadi bencana. Akibat kebakaran hebat yang melanda kapal, seluruh hewan kawalan Saleh gagal dikirim ke tempat tujuan dan dinyatakan hilang atau mati. Berdasarkan nota pengiriman, kerugian materiil akibat hilangnya belasan kuda tersebut ditaksir mencapai Rp640 juta.
Saat ditemui di posko terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Selasa (4/8), Saleh menceritakan detik-detik mencekam saat api mulai berkobar. Ketika peristiwa itu bermula, ia sedang sibuk memotong-motong rumput untuk pakan kuda di dalam lambung kapal. Tiba-tiba saja, sopir yang mendampinginya berteriak histeris memberi tahu bahwa ada kebakaran di dalam kapal. Asap hitam pekat langsung mengepung ruangan dengan cepat, membuat jarak pandang terbatas dan napas terasa sesak.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Dalam kondisi panik, Saleh berusaha bertahan hidup dengan memanfaatkan celah kecil pada jendela kapal untuk menghirup udara segar demi menyambung napas. Setelah mendapatkan sedikit kekuatan, ia segera berlari menembus kepulan asap tebal menuju ke atas geladak kapal. Setibanya di geladak, ia sempat kesulitan karena tidak langsung mendapatkan baju pelampung. Sebagai antisipasi darurat, Saleh sempat membawa sebuah jeriken kosong berwarna biru yang ia temukan untuk dijadikan sebagai alat bantu mengapung di air. Beruntung, beberapa saat kemudian, seseorang di atas geladak memberinya jaket pelampung.
Situasi di atas kapal kian tidak terkendali seiring merembetnya api. Saleh kemudian bergeser dan mengambil posisi aman di area depan kapal, tepat di dekat tali jangkar dan selang. Namun, tidak lama kemudian, kedua benda tersebut juga mulai berangsur-angsur terbakar oleh jilatan api. Di tengah kepanikan massal tersebut, tubuh Saleh terdorong oleh kerumunan penumpang lain yang berebut menyelamatkan diri, hingga akhirnya ia terjatuh ke dalam laut yang dalam.
Ketika terombang-ambing di tengah laut, Saleh melihat seorang penjual kambing bersama anak laki-lakinya yang sedang berjuang keras untuk tetap mengapung. Keduanya panik karena tidak bisa berenang dan sudah tidak sanggup lagi bertahan di permukaan air. Melihat kondisi kritis tersebut, Saleh segera mendekat dan menawarkan bantuan. Ia meminta sang bapak untuk memegang pakaiannya agar tidak tenggelam.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Untuk memudahkan pergerakannya saat berenang menyelamatkan kedua korban, Saleh melepas celananya dan mengikatkannya di sekeliling lehernya. Ia kemudian menggigit celana tersebut erat-erat dan meminta korban untuk berpegangan pada ujung celana yang menjuntai. Dengan cara ekstrem ini, Saleh mengerahkan seluruh tenaganya untuk berenang menjauhi kapal yang terbakar. Selama proses penyelamatan yang melelahkan tersebut, Saleh berulang kali terpaksa menelan air laut yang asin karena mulutnya harus terus-menerus menggigit celana tersebut sebagai tali penyelamat bagi sang korban.
Perjuangan hidup dan mati Saleh beserta ratusan penumpang lainnya akhirnya membuahkan hasil setelah tim penyelamat mengevakuasi mereka dari lokasi kejadian. Meskipun harus kehilangan hewan ternak yang dikawalnya dan mengalami kerugian finansial yang besar, Saleh berhasil menyelamatkan nyawanya sendiri serta membantu orang lain terhindar dari maut dalam tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II tersebut.






