Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa sore waktu setempat. Guncangan keras dari bencana alam ini mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur dan bangunan di kawasan tersebut. Salah satu titik kerusakan paling signifikan dilaporkan terjadi di pusat perbelanjaan AEON Mall, di mana getaran gempa memicu terjadinya ledakan besar. Peristiwa ini merobohkan beberapa bangunan lainnya, serta menyebabkan sedikitnya dua orang meninggal dunia dan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari gempa tersebut.
Kondisi fisik bangunan AEON Mall pascagempa dilaporkan mengalami kerusakan yang sangat berat. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari lapangan, sebagian atap dan dinding dari pusat perbelanjaan tersebut runtuh akibat kuatnya guncangan gempa bumi. Pemerintah prefektur setempat mengonfirmasi bahwa ledakan hebat yang terjadi di area AEON Mall telah merenggut nyawa dua orang perempuan yang berusia sekitar 20-an tahun. Selain korban jiwa, terdapat lima orang lainnya yang mengalami luka-luka di lokasi pusat perbelanjaan tersebut, dengan satu korban di antaranya sempat mengalami kondisi darurat berupa henti jantung dan henti napas sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Hingga saat ini, proses evakuasi dan penyelamatan di lokasi kejadian masih terus diupayakan secara maksimal oleh otoritas terkait. Tim penyelamat yang diterjunkan ke area terdampak dilaporkan telah berhasil mengevakuasi delapan orang dengan selamat dari reruntuhan bangunan. Kendati demikian, informasi detail mengenai penyebab pasti ledakan serta kondisi menyeluruh dari pusat perbelanjaan tersebut masih terbatas. Pihak manajemen AEON Mall sendiri hingga kini belum memberikan keterangan resmi atau pernyataan tertulis mengenai kondisi terkini dari pusat perbelanjaan yang terdampak bencana tersebut.
Di sisi lain, upaya pencarian korban di bawah reruntuhan terus berjalan sepanjang malam. Berdasarkan laporan dari kantor berita Reuters pada hari Rabu, 29 Juli 2026, jumlah korban jiwa akibat bencana ini dilaporkan bertambah setelah dilakukannya operasi pencarian semalam suntuk oleh petugas penyelamat. Selain peristiwa fatal yang terjadi di AEON Mall, satu korban jiwa lainnya juga dilaporkan di lokasi yang berbeda namun masih berada di dekat pusat gempa. Korban tersebut meninggal dunia setelah tertimpa oleh material bangunan yang roboh akibat guncangan tektonik tersebut. Secara keseluruhan, otoritas setempat mencatat sedikitnya 50 orang mengalami luka-luka akibat gempa bumi ini.
Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Menanggapi situasi darurat yang melanda Prefektur Kumamoto, Pemerintah Jepang segera mengambil langkah-langkah penanganan cepat. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyampaikan bahwa jajarannya saat ini masih terus melakukan penilaian intensif terkait jumlah pasti korban serta tingkat kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan oleh gempa magnitudo 7,1 tersebut. Evaluasi menyeluruh ini sangat penting dilakukan mengingat gempa bumi di Kumamoto kerap kali membawa dampak yang signifikan. Sebagai catatan sejarah, Kumamoto pernah dilanda bencana besar serupa satu dekade lalu yang mengakibatkan dampak jauh lebih fatal, dengan korban tewas mencapai 275 orang dan melukai 2.739 orang lainnya.






