Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur milik kepolisian. Kepolisian Daerah (Polda) NTT mencatat puluhan fasilitas dinas mengalami kerusakan, sehingga memaksa sejumlah personel beserta keluarga mereka untuk sementara waktu tetap bertahan di posko pengungsian.
Secara keseluruhan, gempa tersebut merusak 77.912 rumah warga di tujuh kabupaten di NTT. Di lingkungan kepolisian sendiri, tercatat sedikitnya 54 unit asrama polisi mengalami kerusakan, dengan rincian 42 unit rusak ringan dan 12 unit rusak berat.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah kantor kepolisian di Pulau Flores. Sebanyak delapan kepolisian sektor (polsek) mengalami rusak ringan dan satu polsek rusak berat. Untuk tingkat kepolisian resor (polres), empat kantor mengalami rusak ringan dan dua lainnya rusak berat. Sementara itu, pada tingkat pos polisi (pospol) atau polsubsektor, tiga unit dilaporkan rusak ringan dan satu unit mengalami rusak berat. Hingga kini, tidak ada anggota Polri yang dilaporkan mengalami luka akibat bencana tersebut.
194 Kebakaran Terjadi di Makassar Sepanjang 2026, 28 Orang Meninggal Dunia

Kapolda NTT Irjen Budi Darmoko meninjau langsung rumah susun anggota Polres Manggarai Barat pada Kamis (27/8). Sejumlah personel beserta keluarga mereka terpantau masih mengungsi karena belum berani kembali ke hunian tersebut. Bangunan rusun dilaporkan mengalami keretakan yang menjalar hingga ke lantai tiga.
Guna mengatasi dampak kerusakan, Kapolri telah memberikan bantuan khusus untuk perbaikan rumah anggota Polri yang terdampak gempa di Pulau Flores. Polda NTT menargetkan proses pendataan terhadap rumah dinas, polsek, dan pospol yang rusak dapat diselesaikan pada pekan ini.
Aktivitas Gunung Awu Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Level II Waspada

Fasilitas yang masuk dalam kriteria rusak ringan akan diprioritaskan untuk segera diperbaiki. Sementara itu, untuk fasilitas yang mengalami kerusakan berat, usulan perbaikannya akan diajukan ke Mabes Polri.
Di samping penanganan internal kepolisian, penyaluran bantuan untuk masyarakat umum juga terus berjalan. Baznas RI telah menyalurkan 500 Paket Logistik Keluarga bagi penyintas gempa di Posko Golo Conggo, Manggarai, NTT. Pendistribusian bantuan ke sejumlah pulau di wilayah Manggarai Barat dilakukan menggunakan kapal patroli Ditpolairud. Selain itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan program pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi 5.000 mahasiswa yang terdampak gempa di NTT.






