Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar mencatat 194 insiden kebakaran sepanjang tahun 2026 hingga Agustus. Rentetan peristiwa tersebut merenggut 28 korban jiwa, melukai 14 orang, dan menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp11 miliar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Makassar, Fadli Wellang, menjelaskan bahwa meskipun angka kejadian turun 25 persen dibanding tahun lalu, jumlah insiden pada 2026 masih tergolong tinggi. Lonjakan kasus secara signifikan terjadi pada Juli dengan 47 kasus dan Agustus dengan 44 kasus, yang bersamaan dengan musim kemarau di Sulawesi Selatan.
Polisi Tangkap 65 Orang Jelang Demo 27 Agustus di Depan Gedung DPR

Kebakaran tersebut menghanguskan area seluas 12.928 meter persegi dan berdampak pada 1.645 jiwa yang kehilangan tempat tinggal maupun mata pencaharian. Sektor pemukiman atau rumah tinggal mendominasi objek yang terbakar.
Data lapangan mengindikasikan korsleting listrik dan kelalaian dalam penggunaan gas menjadi faktor utama penyebab kebakaran. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Makassar berencana menggencarkan program deteksi dini serta simulasi tanggap darurat di lingkungan padat penduduk.
172 Pendaki Gunung Semeru Dievakuasi akibat Kebakaran di Blok Ranu Kembang

Masyarakat diimbau untuk memeriksa instalasi listrik secara rutin, menghindari penggunaan daya berlebih, memastikan regulator gas tidak bocor, menyediakan alat pemadam api ringan (APAR), dan segera melapor ke nomor darurat 113 jika terjadi kebakaran.






