Kebakaran yang terjadi di Blok Ranu Kembang memicu tindakan penyelamatan darurat di kawasan Gunung Semeru. Sebanyak 172 pendaki yang tengah melakukan aktivitas pendakian terpaksa dievakuasi untuk kembali turun demi menjaga keselamatan mereka dari dampak kebakaran tersebut.
Sebelum proses evakuasi dimulai, para pendaki tersebut dilaporkan berada di Pos Ranu Kumbolo. Ratusan pendaki itu diketahui telah berada di lokasi tersebut sejak Rabu, 26 Agustus 2026. Akibat situasi kebakaran di Blok Ranu Kembang, petugas memutuskan untuk mengevakuasi seluruh pendaki turun menuju Ranupane mulai Kamis (27/8/2026) pagi.
Polisi Tangkap 65 Orang Jelang Demo 27 Agustus di Depan Gedung DPR

Upaya Evakuasi dan Pemadaman
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan bahwa langkah evakuasi ini merupakan tindakan preventif. Meski jarak antara Ranu Kumbolo dengan lokasi kebakaran di Blok Ranu Kembang terbilang cukup jauh, pihak pengelola tetap memilih mengevakuasi pendaki guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam pelaksanaannya, proses evakuasi untuk membawa turun para pendaki ini melibatkan kerja sama erat antara petugas setempat dan Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).
Kesaksian Warga Lihat Kebakaran di Kebon Melati, Diduga dari Korsleting

Sementara proses evakuasi pendaki berjalan, penanganan kebakaran di Blok Ranu Kembang masih terus berjalan. Hingga Kamis siang, petugas masih terus melakukan upaya pemadaman api di area tersebut.






