Kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang memicu evakuasi massal terhadap 170 pendaki di Gunung Semeru pada Kamis (27/8). Guna mengantisipasi timbulnya korban jiwa dan mempermudah pemadaman api, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) secara resmi menutup total seluruh akses pendakian.
Sebelumnya, jalur pendakian Gunung Semeru sempat ditutup sementara pada 7-18 Agustus 2026 untuk menghormati Hari Raya Karo. Selain itu, Gunung Semeru di Lumajang juga mengalami erupsi dan mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (18/8/2026) malam, sehingga masyarakat diminta menjauhi radius bahaya 13 kilometer. Kini, kebakaran hutan di sekitar jalur pendakian memaksa pihak berwenang menghentikan aktivitas pendakian hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Aktivitas Gunung Awu Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Level II Waspada

TNBTS memastikan seluruh pendaki dalam kondisi selamat dan sedang dipandu turun menuju pos pemeriksaan. Para pendaki yang dievakuasi tersebut sebelumnya sempat berkemah di Ranu Kumbolo, yang merupakan satu-satunya area perkemahan (camping ground) di Gunung Semeru.
Proses evakuasi ini melibatkan pengawalan ketat oleh Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST) serta tim gabungan dari pos Ranu Pani. BPBD Lumajang juga turut mengerahkan tim evakuasi untuk membantu penanganan di lokasi.
BNPB Siapkan Distribusi 2,2 Ton Rendang dari Sumbar untuk Penyintas Gempa NTT

Penutupan resmi ini diumumkan melalui Surat Pengumuman Nomor: PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026. Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengonfirmasi bahwa area hutan yang terbakar berada di sekitar jalur pendakian, sehingga penutupan dilakukan demi keselamatan pengunjung dan kelancaran upaya pemadaman.






