Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Budi Darmoko menyatakan bahwa sebanyak 63 konselor telah diterjunkan untuk membantu memulihkan trauma para korban gempa bumi di Flores. Langkah ini diambil guna memberikan pendampingan psikologis bagi warga, khususnya yang mengalami ketakutan pascabencana.
Tim trauma healing tersebut dikerahkan ke tujuh kabupaten terdampak gempa di Flores. Penegasan ini disampaikan Budi saat meninjau keluarga anggota Polri yang masih mengungsi di rumah susun Polres Manggarai Barat pada Kamis (27/8). Tim ini terdiri atas personel Polda NTT, Biro Psikologi SSDM Mabes Polri, serta dukungan dari sejumlah kepolisian daerah (Polda) lainnya.
Selain memberikan penanganan psikologis, Polri aktif menyalurkan bantuan logistik. Pendistribusian ke wilayah kepulauan di Manggarai Barat dilakukan menggunakan kapal patroli Ditpolairud Polda NTT. Salah satunya adalah bantuan dari Presiden Prabowo Subianto yang telah disalurkan ke Pulau Palue sejak hari kedua pascagempa. Baru-baru ini, Polri kembali mengirimkan 15 ton bantuan ke pulau tersebut.
170 Pendaki Gunung Semeru Dievakuasi Aman akibat Kebakaran Hutan

Untuk mengatasi hambatan geografis, Polda NTT berhasil membuka akses ke tiga wilayah terisolasi akibat longsor dan gempa di Pulau Flores dengan mengerahkan alat berat. Sementara itu, desa-desa yang belum bisa dijangkau lewat jalur darat mendapatkan pasokan bantuan yang didistribusikan menggunakan helikopter. Polri juga mengirimkan delapan unit tenda ke Kabupaten Ngada menggunakan pesawat Casa 212.
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 2.158 ton bantuan untuk penanganan darurat gempa NTT telah masuk ke Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) BNPB. Untuk kebutuhan harian, petugas menyiapkan 250 porsi makanan setiap hari guna dibagikan ke kampung-kampung dan posko mandiri yang belum terjangkau logistik utama.
Polda Metro Jaya Tangkap 65 Orang Diduga Penyusup Demo DPR, Sebut Terafiliasi Anarko

Fokus penanganan bencana ini berdampak pada agenda hukum lain di wilayah tersebut. Polda NTT mengonfirmasi bahwa pelaksanaan gelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam kasus dugaan intimidasi terhadap dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni (dokter Icha) sempat terhambat karena personel kepolisian dialihkan untuk menangani dampak gempa. Sebelumnya, Polda NTT telah mengerahkan Satgas Terpadu sejak Sabtu (15/8) untuk mempercepat penanganan pascagempa di Flores.






