Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi 5.000 mahasiswa yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan kebijakan tersebut saat mengunjungi Posko Lapangan Universitas Katolik (Unika) St. Paulus Ruteng di Kabupaten Manggarai pada Rabu (26/8). Pemerintah juga membuka peluang untuk memperpanjang bantuan pembebasan UKT ini satu semester lagi jika kondisi di lapangan dinilai masih membutuhkan dukungan tambahan.
170 Pendaki Gunung Semeru Dievakuasi Aman akibat Kebakaran Hutan

Langkah ini diambil di tengah situasi darurat pascabencana di Kabupaten Manggarai. Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit melaporkan bahwa hingga Rabu (26/8), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di wilayahnya telah mencapai 45 orang. Sebanyak 23 orang di antaranya meninggal setelah kejadian akibat syok atau karena penanganan medis terhambat setelah seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan mayoritas rumah sakit di daerah tersebut hancur. Gempa ini juga memaksa sekitar 50.000 warga mengungsi, dengan 7.600 jiwa di antaranya masuk dalam kategori kelompok rentan.
Selain memberikan bantuan bagi mahasiswa di lokasi bencana, Kemdiktisaintek membuka ruang bantuan bagi keluarga mahasiswa asal NTT yang saat ini sedang menempuh pendidikan di luar daerah terdampak. Dalam kunjungan tersebut, kementerian juga melakukan pemetaan awal untuk mempersiapkan Program Mahasiswa Berdampak melalui Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (Aksara Mahasiswa).
Polda Metro Jaya Tangkap 65 Orang Diduga Penyusup Demo DPR, Sebut Terafiliasi Anarko

Sementara itu, upaya pemberian bantuan pendidikan bagi korban bencana di wilayah lain juga disuarakan oleh legislatif. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati mendorong optimalisasi alokasi Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, serta bantuan UKT bagi para mahasiswa yang menjadi korban bencana di wilayah Sumatra.






