Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Upaya pemulihan ini difokuskan pada pendataan, verifikasi, serta validasi tingkat kerusakan rumah warga di wilayah terdampak.
Berdasarkan data sementara yang dikunci BNPB per 24 Agustus 2026, tercatat sebanyak 77.912 rumah mengalami kerusakan di tujuh kabupaten. Jumlah tersebut terdiri atas 24.597 unit rumah rusak berat, 18.537 unit rusak sedang, dan 34.778 unit rusak ringan.
Sebaran Kerusakan di Tujuh Kabupaten
Kabupaten Manggarai Timur mencatat jumlah kerusakan rumah tertinggi di antara wilayah terdampak lainnya. Berikut rincian tingkat kerusakan rumah di tujuh kabupaten tersebut:
Petugas Manggala Agni Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Tanjung Jabung Timur

- Kabupaten Manggarai Timur: 6.833 unit rusak berat, 4.996 rusak sedang, dan 6.973 rusak ringan.
- Kabupaten Manggarai: 6.360 unit rusak berat, 5.196 rusak sedang, dan 5.552 rusak ringan.
- Kabupaten Manggarai Barat: 3.732 unit rusak berat, 2.014 rusak sedang, dan 5.067 rusak ringan.
- Kabupaten Nagekeo: 3.218 unit rusak berat, 1.598 rusak sedang, dan 4.828 rusak ringan.
- Kabupaten Ngada: 2.256 unit rusak berat, 2.116 rusak sedang, dan 5.190 rusak ringan.
- Kabupaten Ende: 1.208 unit rusak berat, 1.725 rusak sedang, dan 4.547 rusak ringan.
- Kabupaten Sikka: 990 unit rusak berat, 892 rusak sedang, dan 2.621 rusak ringan.
Pendampingan dan Validasi Data Lapangan
Untuk mempercepat pemulihan dengan menerapkan prinsip 'build back better', Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah menerjunkan tim pendamping ke tujuh kabupaten terdampak guna membantu pemerintah daerah mengelola data kerusakan. Selain itu, BNPB juga melakukan pemetaan udara untuk memantau langsung kondisi wilayah yang terdampak bencana.
Sebagai bagian dari validasi data, BNPB menggelar pelatihan bagi petugas lapangan. Pada Rabu (26/8), bimbingan teknis (bimtek) pendataan rumah rusak diselenggarakan di Aula St. Yosef Katedral, Ruteng, Kabupaten Manggarai. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Barat pada Senin (24/8) dengan melibatkan 120 penyuluh pertanian dan 76 penyuluh keluarga berencana (KB).
WNA Australia Ditangkap usai Berhubungan Intim di Pekarangan Rumah Warga di Canggu Bali

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa pendataan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Sementara itu, untuk mendukung penanganan darurat, sebanyak 2.158 ton bantuan telah masuk ke Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) BNPB. Kepala BNPB Suharyanto juga mengusulkan penguatan stok logistik (buffer stock) di tingkat daerah guna mempercepat respons darurat bencana di wilayah terdampak.






