Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan 500 Paket Logistik Keluarga (PLK) untuk korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan ini dilakukan di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Senin (24/8).
Paket logistik yang dibagikan tersebut berisi berbagai kebutuhan pangan pokok bagi para penyintas, seperti beras, minyak goreng, gula, biskuit, dan mi instan. Proses penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Idy Muzayyad selaku Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, serta disaksikan oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dan Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto.
Salah satu penerima manfaat, Kamaruddin Abdullah, yang merupakan Kepala Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Pancasila Reok, menyatakan bahwa bantuan logistik dan layanan kesehatan dari Rumah Sehat Baznas Sulawesi sangat membantu keluarganya selama di pengungsian.
Gempa Flores, Puluhan Asrama dan Kantor Polisi Rusak, Anggota Masih Mengungsi

Untuk tahap awal, Baznas menargetkan penyaluran bantuan hingga mencapai 1.000 paket sembako bagi warga terdampak. Selain paket logistik keluarga, posko bantuan juga menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap harinya untuk didistribusikan ke kampung-kampung dan posko mandiri yang belum terjangkau bantuan secara merata. Bantuan lain yang dikerahkan mencakup layanan dapur umum, dapur air, tempat ibadah darurat berupa masjid darurat, hingga penyediaan layanan kesehatan.
Program pemulihan ini juga menyasar sektor pendidikan. Baznas menyiapkan bantuan 1.000 beasiswa bagi mahasiswa asal NTT yang berasal dari keluarga terdampak gempa. Langkah ini berjalan beriringan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang menyiapkan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi 5.000 mahasiswa terdampak.
Aan Pembunuh Sekeluarga di Palu Jalani Prarekonstruksi Usai Ditangkap

Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 lalu telah mengakibatkan kerusakan masif. Tercatat sebanyak 77.912 rumah warga di tujuh kabupaten di NTT mengalami kerusakan. Gempa tersebut juga merusak beberapa fasilitas kepolisian di Pulau Flores. Guna mempercepat penanganan, pengiriman bantuan ke sejumlah pulau di wilayah Manggarai Barat turut memanfaatkan kapal patroli Ditpolairud.






