Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan proses pendistribusian bantuan logistik berupa 2,2 ton rendang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan pangan ini ditujukan khusus bagi para penyintas bencana gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut.
Bantuan ini dikumpulkan dari donasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat Sumatera Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada perwakilan BNPB, yakni Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dan PIC Posko Aju 1 Labuan Bajo Mayjen TNI (Purn) Luthfie Beta, di Posko Aju 1 Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa (25/8).
Menkes Ungkap Kendala Tangani Korban Gempa NTT, Banyak Warga Pilih Tradisional

Dari total 2,2 ton rendang yang terkumpul, sebanyak 500 kilogram langsung dikirimkan ke Pos Kabupaten Manggarai. Gubernur Mahyeldi bersama delegasi BNPB juga telah bertemu dan berdialog dengan Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit untuk memastikan koordinasi penyaluran berjalan lancar. Rendang dipilih sebagai menu bantuan karena memiliki ketahanan simpan yang lama, bernutrisi, dan praktis disajikan di posko pengungsian.
Namun, tantangan di lapangan masih membayangi kelancaran distribusi. Beberapa desa terpencil di Flores seperti Desa Sisir dan Pong Lengor dilaporkan belum terjangkau bantuan. Selain itu, kendala akses transportasi menuju beberapa lokasi terdampak di Kabupaten Manggarai Timur sempat menghambat kecepatan pengiriman logistik. Untuk mempercepat penanganan, TNI telah mengerahkan personel beserta armada transportasi darat, laut, hingga udara di Pulau Flores.
194 Kebakaran Terjadi di Makassar Sepanjang 2026, 28 Orang Meninggal Dunia

Bencana gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026 ini merusak setidaknya 77.912 rumah di tujuh kabupaten di NTT. BNPB menegaskan bahwa seluruh bantuan logistik yang dititipkan melalui Pos Halim, Labuan Bajo, maupun Maumere akan terus disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak, termasuk logistik lain seperti pakaian, popok bayi, susu, obat-obatan, terpal, dan matras.






