Polda Metro Jaya bergerak cepat mengamankan puluhan orang yang diduga kuat hendak menunggangi aksi demonstrasi di depan Gedung DPR. Sebanyak 65 orang ditangkap jelang demo 27 Agustus, ada pelajar dan mahasiswa di antaranya yang terindikasi terafiliasi dengan jaringan kelompok anarko.
Sebelum penangkapan ini terjadi, kelompok tersebut dilaporkan tengah melakukan konsolidasi untuk mematangkan rencana mereka. Namun, pergerakan mereka terhenti setelah polisi mengendus keberadaan mereka yang tengah berkumpul di satu lokasi di kawasan Jakarta Timur.
Korban Meninggal Gempa Flores NTT Capai 111 Jiwa, Ribuan Pengungsi Mulai Kembali ke Rumah

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin mengonfirmasi bahwa mereka yang diamankan terdiri dari kalangan mahasiswa serta pelajar, termasuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Meskipun berkumpul di Jakarta Timur, para pelaku ini diketahui berasal dari berbagai wilayah di luar Jakarta, meliputi Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, hingga Bandung.
Dari total 65 orang yang diamankan oleh kepolisian, sebanyak 63 orang ditangkap oleh jajaran Ditreskrimum, sementara 2 orang lainnya ditangkap oleh Ditressiber.
Ledakan di Pandeglang Tewaskan Seorang Nelayan, Polisi Selidiki Dugaan Bom Ikan

Hasil pemeriksaan terhadap 63 orang di Ditreskrimum menunjukkan adanya pembagian peran yang sistematis. Polisi membaginya menjadi dua kelompok, yaitu 10 orang yang masuk dalam klaster pembiayaan dan 53 orang yang berada di klaster pelaksana. Sebelum diamankan petugas, mereka diketahui telah melakukan penggalangan dana, memperkuat konsolidasi, serta menyebarkan selebaran atau flyer provokatif untuk menyebarkan isu ke masyarakat.






