Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 111 orang. Sementara itu, lebih dari 2.000 warga secara sukarela mulai meninggalkan posko pengungsian untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi adanya tambahan enam korban jiwa yang merupakan korban tidak langsung dari bencana gempa ini. Tambahan korban meninggal tersebut meliputi empat orang di Kabupaten Manggarai dan dua orang di Kabupaten Manggarai Timur. Berdasarkan data korban jiwa yang dihimpun, sebanyak 56,4 persen di antaranya berjenis kelamin perempuan dan 45 persen merupakan kelompok lanjut usia (lansia).
Kebakaran Rumah di Banyumanik Semarang, Tiga Penghuni Termasuk Dua Balita Terluka

Hingga saat ini, sebanyak 176.621 warga masih bertahan di tenda pengungsian. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 2.416 orang dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 179.037 jiwa. Penurunan jumlah pengungsi paling signifikan tercatat di Kabupaten Sikka. Untuk mendukung warga yang pulang, BNPB bersama pemerintah daerah akan menyediakan bantuan makanan serta kebutuhan pokok lainnya bagi keluarga yang secara sukarela meninggalkan posko pengungsian.
Pemuda Bekasi Ditangkap Usai Unggah 'Kepung DPR

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 8.193 gempa susulan terjadi di wilayah Flores hingga 27 Agustus 2026. Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 146 di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat. Gempa susulan ini dipicu oleh gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7. BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung hingga minggu ketiga atau keempat sejak gempa utama terjadi.






