Gelombang panas ekstrem dan kekeringan hebat tengah melanda sejumlah negara di belahan bumi bagian barat dan Eropa. Fenomena cuaca ekstrem ini memicu kebakaran hutan hebat di beberapa titik serta memperburuk krisis ketersediaan air bersih di berbagai wilayah terdampak. Situasi darurat ini memaksa otoritas setempat mengerahkan berbagai upaya penyelamatan guna melindungi warga dan area permukiman dari ancaman api yang terus meluas.
Di Amerika Serikat, tepatnya di negara bagian California, kebakaran hutan yang dikenal dengan nama kebakaran Feliz masih terus berkobar hingga hari Sabtu waktu setempat. Titik api terpantau aktif di dekat kawasan Hopland. Guna meredam amukan api, tim pemadam kebakaran setempat segera mengerahkan armada helikopter. Helikopter-helikopter tersebut menjatuhkan ribuan liter air ke titik-titik api utama demi mencegah kobaran meluas ke kawasan hutan di sekitarnya serta meminimalisasi risiko api menjalar ke wilayah permukiman warga.
Kondisi serupa juga terjadi di benua Eropa. Yunani menjadi salah satu negara yang harus berhadapan dengan bencana kebakaran hutan musim ini. Kebakaran dilaporkan melanda kawasan Krio Pigadi. Skala kebakaran yang cukup besar memaksa otoritas berwenang di Yunani mengambil langkah cepat dengan mengerahkan armada udara guna membantu proses pemadaman dari langit, mendampingi petugas darat yang terus berjuang di area berbukit.
LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Sementara itu di Prancis, upaya keras juga terus dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran di wilayah Montfort-sur-Argens, yang terletak dekat dengan Correns di Departemen Var. Petugas di lapangan berkejaran dengan waktu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang dipicu oleh kondisi lahan yang sangat kering. Dalam upaya penyelamatan darurat, bahan penghambat api (fire retardant) dijatuhkan dari udara. Jejak zat kimia tersebut terlihat menutupi area sekitar permukiman warga, termasuk sebuah kolam renang luar ruangan. Langkah ini sengaja diambil sebagai bagian dari upaya mencegah api menjalar dan menghanguskan rumah-rumah penduduk.
Selain kebakaran hutan, krisis air dan kekeringan ekstrem juga mulai melumpuhkan aktivitas sehari-hari di wilayah lain. Di Inggris, Badan Lingkungan Inggris (English Environment Agency) secara resmi telah menetapkan tujuh wilayah di negara tersebut berada dalam kondisi kekeringan. Pengumuman ini menyusul minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir yang berdampak langsung pada pasokan air dan kondisi alam terbuka.
Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Dampak kekeringan di Inggris terlihat jelas di beberapa fasilitas publik dan lingkungan. Di Hemel Hempstead, sebuah lapangan kriket yang biasanya hijau kini tampak mengering dan gersang akibat ketiadaan hujan yang memadai. Sementara itu, di dekat Brighton, sebuah kolam yang dikenal dengan nama Falmer Pond kini telah mengering sepenuhnya. Kondisi kolam yang tanpa air tersebut memaksa otoritas setempat memasang papan pengumuman yang melarang aktivitas memancing di area tersebut.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan kapan kondisi cuaca ekstrem ini akan mereda atau seberapa cepat titik-titik api di berbagai negara tersebut dapat sepenuhnya dikendalikan. Otoritas setempat masih terus memantau situasi di lapangan dan mengerahkan bantuan darurat, sementara warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perluasan dampak kekeringan dan krisis air yang sedang berlangsung.






