apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Politik

Gelombang Panas dan Kekeringan Landa AS hingga Eropa, Picu Kebakaran Hutan dan Krisis Air

Andi TobanDiterbitkan 3 Agu 2026 - 14.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gelombang Panas dan Kekeringan Landa AS hingga Eropa, Picu Kebakaran Hutan dan Krisis Air
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Gelombang panas ekstrem dan kekeringan hebat tengah melanda sejumlah negara di belahan bumi bagian barat dan Eropa. Fenomena cuaca ekstrem ini memicu kebakaran hutan hebat di beberapa titik serta memperburuk krisis ketersediaan air bersih di berbagai wilayah terdampak. Situasi darurat ini memaksa otoritas setempat mengerahkan berbagai upaya penyelamatan guna melindungi warga dan area permukiman dari ancaman api yang terus meluas.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Di Amerika Serikat, tepatnya di negara bagian California, kebakaran hutan yang dikenal dengan nama kebakaran Feliz masih terus berkobar hingga hari Sabtu waktu setempat. Titik api terpantau aktif di dekat kawasan Hopland. Guna meredam amukan api, tim pemadam kebakaran setempat segera mengerahkan armada helikopter. Helikopter-helikopter tersebut menjatuhkan ribuan liter air ke titik-titik api utama demi mencegah kobaran meluas ke kawasan hutan di sekitarnya serta meminimalisasi risiko api menjalar ke wilayah permukiman warga.

Kondisi serupa juga terjadi di benua Eropa. Yunani menjadi salah satu negara yang harus berhadapan dengan bencana kebakaran hutan musim ini. Kebakaran dilaporkan melanda kawasan Krio Pigadi. Skala kebakaran yang cukup besar memaksa otoritas berwenang di Yunani mengambil langkah cepat dengan mengerahkan armada udara guna membantu proses pemadaman dari langit, mendampingi petugas darat yang terus berjuang di area berbukit.

Baca Juga

Neraca Dagang RI Defisit US$450 Juta, Sektor Migas Jadi Beban Utama

Neraca Dagang RI Defisit US$450 Juta, Sektor Migas Jadi Beban Utama

Sementara itu di Prancis, upaya keras juga terus dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran di wilayah Montfort-sur-Argens, yang terletak dekat dengan Correns di Departemen Var. Petugas di lapangan berkejaran dengan waktu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang dipicu oleh kondisi lahan yang sangat kering. Dalam upaya penyelamatan darurat, bahan penghambat api (fire retardant) dijatuhkan dari udara. Jejak zat kimia tersebut terlihat menutupi area sekitar permukiman warga, termasuk sebuah kolam renang luar ruangan. Langkah ini sengaja diambil sebagai bagian dari upaya mencegah api menjalar dan menghanguskan rumah-rumah penduduk.

Selain kebakaran hutan, krisis air dan kekeringan ekstrem juga mulai melumpuhkan aktivitas sehari-hari di wilayah lain. Di Inggris, Badan Lingkungan Inggris (English Environment Agency) secara resmi telah menetapkan tujuh wilayah di negara tersebut berada dalam kondisi kekeringan. Pengumuman ini menyusul minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir yang berdampak langsung pada pasokan air dan kondisi alam terbuka.

Baca Juga

DBS Insights Forum 2026, Nilai Keluarga dan Dampak Sosial Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis

DBS Insights Forum 2026, Nilai Keluarga dan Dampak Sosial Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis

Dampak kekeringan di Inggris terlihat jelas di beberapa fasilitas publik dan lingkungan. Di Hemel Hempstead, sebuah lapangan kriket yang biasanya hijau kini tampak mengering dan gersang akibat ketiadaan hujan yang memadai. Sementara itu, di dekat Brighton, sebuah kolam yang dikenal dengan nama Falmer Pond kini telah mengering sepenuhnya. Kondisi kolam yang tanpa air tersebut memaksa otoritas setempat memasang papan pengumuman yang melarang aktivitas memancing di area tersebut.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan kapan kondisi cuaca ekstrem ini akan mereda atau seberapa cepat titik-titik api di berbagai negara tersebut dapat sepenuhnya dikendalikan. Otoritas setempat masih terus memantau situasi di lapangan dan mengerahkan bantuan darurat, sementara warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perluasan dampak kekeringan dan krisis air yang sedang berlangsung.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kebakaran hutancuaca ekstremkrisis airkekeringan

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa di Perairan Madura, Pemerintah Tekankan Keselamatan PenumpangPLN Pulihkan Gangguan Listrik Jalur Gandul-Cirendeu, Pasokan Kembali NormalInflasi Juli 2026 Diproyeksikan Melambat Jadi 0,03 Persen, Ini Pendorong UtamanyaNeraca Dagang RI Defisit US$450 Juta, Sektor Migas Jadi Beban UtamaDBS Insights Forum 2026, Nilai Keluarga dan Dampak Sosial Jadi Kunci Keberlanjutan BisnisKementerian Pertahanan Kucurkan Rp 1,064 Triliun untuk Pendidikan Bela Negara Calon Manajer Koperasi DesaKetahanan Pangan Terjaga Melalui Program PESAT di Perbatasan MalinauAman dan Nyaman di Perjalanan, Bagaimana DENZA D9 Menjawab Kebutuhan Mobil Listrik Keluarga?

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AITeknologi 路 29 Jul 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap