Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, mengalami musibah kebakaran pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Kebakaran yang melanda gedung perkantoran dinas teknis tersebut dilaporkan bermula sekitar pukul 21.30 WIB. Upaya pemadaman berlangsung intensif selama beberapa jam hingga akhirnya kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 02.00 WIB. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan 37 unit mobil pemadam kebakaran beserta 185 personel untuk menjinakkan si jago merah. Beruntung, otoritas terkait memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meskipun api sempat berkobar di kompleks perkantoran tersebut, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan jaminan bahwa pelayanan publik tidak akan lumpuh. Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai dokumen penting daerah, Pramono menegaskan bahwa seluruh data perpajakan milik Provinsi DKI Jakarta berada dalam kondisi aman. Keamanan data ini terjamin lantaran seluruh sistem administrasi dan basis data wajib pajak telah terintegrasi serta dicadangkan secara digital di pusat data cadangan. Dengan demikian, proses administrasi perpajakan daerah dipastikan tetap dapat berjalan tanpa hambatan berarti bagi warga ibu kota.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Kontras dengan jaminan keamanan pada sektor data perpajakan, dampak fisik kebakaran justru mengganggu operasional sistem transportasi. Salah satu area yang terdampak cukup parah oleh kebakaran ini adalah ruang layanan Traffic Management Control atau Intelligent Traffic Control System (ITCS) milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang terletak di lantai 16. Akibat kerusakan fasilitas di ruangan tersebut, sistem pengaturan lampu lalu lintas yang sebelumnya beroperasi secara otomatis kini terpaksa dialihkan ke mode manual. Guna mengantisipasi kemacetan dan menjaga kelancaran arus kendaraan di titik-titik persimpangan rawan, Pramono Anung menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk melakukan penebalan personel di lapangan guna mengatur lalu lintas secara langsung.
Dampak kebakaran ini juga langsung dirasakan oleh aparatur sipil negara (ASN) yang sehari-hari berkantor di gedung Jalan Abdul Muis tersebut. Gedung ini tidak hanya ditempati oleh Bapenda, melainkan juga dihuni oleh beberapa instansi daerah lain seperti Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), serta Bank Jakarta. Total terdapat sekitar 1.000 pegawai ASN yang bertugas di gedung bersama ini. Demi menjaga keselamatan dan kelancaran kerja, pemerintah daerah telah menginstruksikan para pegawai untuk bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) dengan sistem bergantian. Selain itu, sebagian ASN diarahkan untuk memanfaatkan kantor Suku Dinas di wilayah kota administrasi masing-masing atau menggunakan fasilitas aset milik Pemprov DKI Jakarta lainnya yang tersedia.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Hingga saat ini, penyebab pasti dari kebakaran yang melanda gedung perkantoran pemerintah tersebut masih diselidiki oleh pihak kepolisian dan tim forensik. Investigasi mendalam sedang dilakukan untuk mengetahui titik awal api dan pemicu kebakaran. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa Gedung Dinas Teknis Bapenda di Jalan Abdul Muis ini telah dilindungi oleh program asuransi gedung, sehingga kerugian material akibat kerusakan fisik bangunan akan ditanggung oleh pihak penanggung asuransi. Langkah-langkah pemulihan fisik gedung dan sistem teknologi informasi di lantai 16 kini tengah dipersiapkan agar seluruh aktivitas perkantoran dapat segera kembali normal.






