Peristiwa kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang terletak di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Kobaran api dilaporkan mulai terdeteksi pada Jumat malam dan baru berhasil dikendalikan setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama lebih dari empat jam hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari. Laporan pertama mengenai insiden ini diterima oleh otoritas terkait sekitar pukul 21.30 WIB, memicu respons darurat berskala besar di tengah keheningan malam ibu kota. Kejadian ini sempat menimbulkan kepanikan mengingat lokasi gedung yang berada di pusat pemerintahan Jakarta.
Berdasarkan informasi di lapangan, amukan si jago merah menjalar dengan cepat dan melahap lantai 11 hingga lantai 16 gedung tersebut. Untuk mengatasi kobaran api yang berada di lantai-lantai tinggi, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta langsung mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian. Dari puluhan armada tersebut, tiga unit di antaranya merupakan mobil pemadam Bronto Skylift yang memiliki kemampuan jangkauan vertikal tinggi untuk menjinakkan api di gedung pencakar langit. Selain armada kendaraan, sebanyak 180 personel Gulkarmat juga dikerahkan secara bertahap untuk memadamkan titik-titik api.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, memaparkan strategi penanganan yang dilakukan oleh jajarannya untuk memutus perambatan api. Salah satu langkah krusial yang diambil adalah dengan menempatkan petugas untuk bertahan di lantai 10. Penjagaan ketat di lantai 10 ini bertujuan memastikan agar kobaran api dari lantai atas tidak merembet turun ke lantai-lantai di bawahnya. Strategi melokalisasi api tersebut terbukti efektif mencegah kerusakan yang lebih masif pada struktur bagian bawah gedung Bapenda.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Di tengah situasi darurat dan kepulan asap tebal, petugas pemadam kebakaran juga melakukan upaya penyelamatan jiwa. Petugas berhasil mengevakuasi satu orang dari lantai 15 gedung tersebut. Korban yang berhasil diselamatkan ini diduga kuat merupakan seorang pekerja yang tengah berada di dalam gedung saat kebakaran mulai berkobar. Hingga kini, identitas detail dan kondisi kesehatan korban pasca-evakuasi masih terus dipantau, sementara petugas memastikan tidak ada korban lain yang terjebak di lantai-lantai yang terdampak kebakaran.
Setelah berjuang keras selama berjam-jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi. Proses pemadaman dilanjutkan dengan tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi menyala kembali. Proses pendinginan ini berlangsung cukup lama dan baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada hari Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 01.53 WIB. Kendati api sudah padam, penyebab pasti dari kebakaran yang menghanguskan enam lantai gedung pemerintahan ini masih menjadi tanda tanya besar dan berada dalam penyelidikan intensif.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat untuk mengusut insiden ini. Dugaan awal menunjukkan bahwa titik awal api berasal dari lantai 11, yang saat itu dilaporkan sedang dalam proses renovasi. Untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut serta mengetahui penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian akan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri. Penyelidikan ilmiah oleh Puslabfor diharapkan dapat segera mengungkap sumber titik api dan menentukan apakah ada unsur kelalaian atau faktor teknis lain dalam insiden ini.






