Garuda Pertiwi Tunjukkan Kemajuan meski Tumbang Lagi di Jecheon

Togar PanjaitanPublished 26 Jul 2026 - 22.501 Reads
Bagikan WhatsAppX
Garuda Pertiwi Tunjukkan Kemajuan meski Tumbang Lagi di Jecheon
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Dentuman bola di Jecheon Gymnasium kembali belum berpihak pada Merah Putih. Tim nasional voli putri Indonesia harus mengakui ketangguhan Korea Selatan untuk kedua kalinya dalam ajang persahabatan, dengan kekalahan 1-3 pada leg kedua. Meski skor akhir 21-25, 22-25, 25-19, dan 20-25 merefleksikan dominasi tuan rumah, pertandingan dini hari tadi menyimpan narasi yang lebih dalam dari sekadar angka di papan skor.

Di bawah komando Marcos Sugiyama, Garuda Pertiwi sejatinya turun dengan komposisi terbaik. Kapten Tisya Putri Amallya mengatur ritme dari posisi setter, didukung tenaga Arsela Nuari Purnama di sisi opposite. Duet outside hitter Mediol Yoku dan Ersandrina Devega, bersama middle blocker Maradanti Namira serta Chelsa Berliana, membentuk formasi ofensif yang solid. Di lini belakang, Indah Guretno sebagai libero berusaha keras meredam gempuran serangan lawan. Pada set pembuka, permainan agresif anak asuh Cha Sang-hyun langsung menguji konsistensi pertahanan Indonesia. Meski mampu memaksa kedudukan imbang kritis di angka 16-16, tembok block rapat Korea Selatan akhirnya memisahkan kedua tim dengan sempurna di poin-poin penting.

Also Read

Ketika 'Londo Ireng' Kembali Menghantui Kebebasan Pers

Set kedua menyajikan harapan yang sempat merekah. Indonesia menemukan celah dan sempat memimpin cukup meyakinkan di angka 14-11. Namun, kedewasaan tim tuan rumah berbicara. Mereka tak gentar mengejar dan menyamakan kedudukan di 19-19. Di sinilah titik baliknya; konsentrasi skuad Garuda Pertiwi seolah retak sekejap. Serangan bertubi-tubi Korsel di penghujung set sukses membalikkan keadaan dan menutup laga dengan keunggulan tiga poin. Ketahanan mental untuk menjaga keunggulan di momen-momen krusial menjadi pekerjaan rumah yang nyata terlihat.

Jatuh di dua set awal tidak memadamkan api juang para pemain. Sugiyama melakukan penyegaran taktikal yang jitu pada set ketiga. Masuknya Arneta Putri sebagai pengatur serangan dan Azzahra Dwi Febyane di posisi opposite memberikan dimensi baru bagi alur bola Indonesia. Ketika papan skor kembali menunjukkan kebuntuan di 14-14, kali ini giliran Indonesia yang mendikte tempo. Transisi dari pertahanan ke penyerangan berjalan jauh lebih mulus, memungkinkan mereka merebut momentum dan memaksa pertandingan bergulir ke set keempat usai menang telak 25-19. Itu adalah bukti bahwa secara teknis, jarak antara kedua tim bisa diperkecil.

Also Read

Sambut Purnama Safar, Umat Islam Bisa Puasa Ayyamul Bidh pada Akhir Juli 2026

Sayangnya, inkonsistensi kembali menjadi batu sandungan. Memasuki set penentu, Korea Selatan langsung menginjak pedal gas dan melesat meninggalkan Indonesia dengan selisih lima angka di awal laga. Upaya pemain Merah Putih untuk mendekat hingga 13-15 kembali kandas oleh determinasi lawan yang tampil tanpa ampun. Meski hasil akhir kembali menjadi milik Korea Selatan, progres yang ditunjukkan di set ketiga adalah aset berharga. Ini bukan soal tim yang kalah dua kali berturut-turut, melainkan tentang sebuah tim muda yang perlahan belajar mengontrol ritme dan mengikis rasa inferior di hadapan lawan yang lebih mapan. Kesempatan penebusan sudah menanti pada 26 Juli 2026 mendatang, di mana hasil terbaik bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target yang realistis untuk direngkuh.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca