Sejumlah wilayah di Pulau Jawa saat ini tengah merasakan fenomena suhu dingin ekstrem yang biasa dikenal oleh masyarakat dengan istilah 'bediding'. Fenomena yang terjadi di tengah musim kemarau ini membuat suhu udara di beberapa daerah merosot tajam, khususnya di kawasan dataran tinggi. Dari berbagai wilayah yang terdampak, kawasan Dieng menjadi wilayah dengan suhu paling rendah, hampir menyentuh titik beku.
Berdasarkan penjelasan meteorologi, fenomena bediding ini sangat dipengaruhi oleh penguatan monsun Australia. Angin musim tersebut membawa massa udara kering dari Benua Australia menuju Asia melewati wilayah Indonesia. Karakteristik udara yang kering ini menyebabkan kandungan uap air di atmosfer berkurang drastis sehingga menghambat pembentukan awan. Pada malam hari, minimnya tutupan awan membuat panas dari permukaan bumi sangat mudah terlepas kembali ke atmosfer tanpa ada penghalang, yang memicu penurunan suhu secara signifikan. Kondisi di Indonesia yang sedang mengalami musim kemarau ini berbanding terbalik dengan belahan bumi utara seperti Eropa, Amerika Utara, serta sebagian Asia Timur yang saat ini justru sedang memasuki musim panas.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Dampak dari fenomena dingin ini terekam jelas pada data suhu di beberapa daerah. Stasiun Cuaca Otomatis (AWS) milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu di Gunung Bromo sempat menyentuh angka 3,9 derajat Celsius pada tanggal 11 Juni lalu. Di kawasan dataran tinggi tersebut, suhu dingin ekstrem bahkan menyebabkan embun yang menempel pada dedaunan membeku menjadi kristal es yang menyerupai hamparan salju. Sementara itu, Dieng mencatatkan suhu terendah dengan mencapai angka 0,7 derajat Celsius. Di wilayah lain seperti Kabupaten Malang, suhu udara dilaporkan dapat turun hingga di bawah 19,5 derajat Celsius, sangat kontras dengan wilayah DKI Jakarta yang suhunya cenderung stabil dan hangat.
Kondisi dingin ekstrem ini juga sangat dipengaruhi oleh faktor topografi setempat. Peta Suhu Permukaan Daratan (Land Surface Temperature/LST) pada malam hari yang ditangkap oleh sensor MODIS pada satelit cuaca memperlihatkan adanya zona bersuhu rendah yang membentang mengikuti jalur pegunungan di sepanjang Pulau Jawa. Hal ini menegaskan bahwa elevasi dataran tinggi berperan besar dalam mengunci hawa dingin, sehingga kawasan pegunungan menjadi wilayah yang paling terdampak oleh fenomena bediding ini. Mengenai durasi fenomena ini, dosen IPB University, Dr. Givo Alsepan, memperkirakan bahwa suhu dingin berpotensi berlangsung hingga puncak musim kemarau sekitar akhir Juli hingga Agustus, bahkan di beberapa wilayah dapat berlanjut hingga awal September.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Data historis BMKG selama 10 tahun terakhir menunjukkan pola serupa, di mana penurunan suhu di Pulau Jawa mulai terasa sejak bulan Juli dan mencapai puncaknya pada rentang Juli hingga Agustus. Guna menghadapi cuaca dingin ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh dengan memastikan asupan nutrisi yang cukup serta mengonsumsi minuman hangat demi menjaga imunitas. Selain itu, masyarakat disarankan menggunakan pelembap untuk mencegah kulit menjadi kering dan pecah-pecah akibat udara yang kering. Informasi selengkapnya mengenai fenomena alam ini akan ditayangkan secara detail melalui program detikPagi pada edisi hari Rabu, 29 Juli 2026.






