apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Fakta di Balik Video Viral Siswa Menyeberang Sungai Tripe di Gayo Lues

Nyaring AranDiterbitkan 3 Agu 2026 - 18.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Fakta di Balik Video Viral Siswa Menyeberang Sungai Tripe di Gayo Lues
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sejumlah siswa sekolah bergelantungan pada kabel sling untuk menyeberangi Sungai Tripe di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, mendadak viral di media sosial sejak Kamis, 23 Juli 2026. Tayangan tersebut memicu keprihatinan publik mengenai keselamatan anak-anak sekolah yang harus bertaruh nyawa demi menuntut ilmu. Namun, di balik video yang beredar luas tersebut, terdapat proses pemulihan infrastruktur yang sedang berjalan di lapangan.

Kondisi ekstrem ini bermula dari bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Gayo Lues pada akhir November tahun lalu. Banjir besar tersebut merobohkan jembatan beton yang selama ini menjadi akses utama masyarakat. Tidak hanya merusak jembatan, luapan air sungai juga merusak parah bangunan SD Negeri 5 Dabun Gelang dan SMP Satu Atap Kendawi. Akibat kerusakan tersebut, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues memindahkan sementara aktivitas belajar mengajar ke meunasah desa.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Untuk menjaga agar mobilitas warga dan anak sekolah tidak terputus total, TNI bersama warga setempat berinisiatif membentangkan dua kabel sling sebagai jembatan darurat sementara. Kabel inilah yang terlihat dalam video viral tersebut. Sebagai langkah antisipasi keselamatan bagi warga yang menyeberang, personel dari Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 885/Raksaka Dharma menyiagakan satu unit perahu karet (rubber boat) di aliran Sungai Tripe. Pengawasan di lokasi penyeberangan darurat ini dikoordinasikan langsung oleh Komandan Peleton Yon TP 855/Raksaka Dharma, Peltu Nurdin.

Baca Juga

Pertamina Pastikan Truk Tangki dalam Kecelakaan Maut di Tanah Bumbu Bukan Armada Perusahaan

Pertamina Pastikan Truk Tangki dalam Kecelakaan Maut di Tanah Bumbu Bukan Armada Perusahaan

Di samping jembatan darurat kabel sling tersebut, proses pembangunan jembatan baru yang lebih aman kini tengah digenjot. Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Kendawi ini telah berjalan selama lebih dari satu bulan, dengan posisi tepat di area halaman sekolah yang terdampak. Hingga akhir Juli 2026, progres fisik jembatan gantung ini telah melewati angka 50 persen. Di sisi bekas jembatan beton yang runtuh, dua tiang utama jembatan gantung telah berdiri kokoh, dan salah satu abutmen jembatan telah rampung diselesaikan pada akhir Juli. Saat ini, para pekerja bersama personel TNI terus berupaya merampungkan pemasangan gelagar, lantai jembatan, hanger pengikat, serta kawat harmonika.

Kendati demikian, pengerjaan di lapangan menghadapi sejumlah tantangan berat. Aliran Sungai Tripe kerap berubah menjadi sangat deras saat hujan lebat turun, sehingga memaksa pekerja menghentikan aktivitas demi keselamatan. Selain faktor cuaca, kendala logistik juga menjadi hambatan utama. Sebagian material penting untuk pembangunan jembatan harus didatangkan dari Kota Medan. Pengiriman material tersebut beberapa kali mengalami keterlambatan akibat jarak distribusi yang jauh, cuaca buruk, serta sempat terjadinya kelangkaan bahan bakar solar di beberapa wilayah Sumatra.

Baca Juga

Meluruskan Kekeliruan Peringatan Boyfriend Day, 3 Agustus atau 3 Oktober?

Meluruskan Kekeliruan Peringatan Boyfriend Day, 3 Agustus atau 3 Oktober?

Jembatan Gantung Garuda ini diproyeksikan sebagai jembatan darurat untuk memulihkan akses transportasi masyarakat secara cepat, serupa dengan fungsi jembatan Bailey atau Armco. Setelah jembatan gantung ini selesai dan dapat digunakan, pemerintah berencana menindaklanjutinya dengan pembangunan jembatan permanen. Langkah taktis ini dipantau langsung oleh beberapa pejabat terkait, termasuk Dandim 0113/Gayo Lues Letkol Arm. Fran Desiafan Eka Saputra, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB sekaligus PIC BNPB untuk Gayo Lues Dr. Kheriawan, serta Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin selaku Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR).

Pembangunan infrastruktur di Gayo Lues ini merupakan bagian kecil dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang sedang masif dilaksanakan pemerintah di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Secara keseluruhan, terdapat 1.227 unit proyek jembatan yang ditangani di ketiga provinsi tersebut. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 574 jembatan atau sekitar 46,8 persen telah selesai dibangun, sementara 653 jembatan lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan target penanganan terbesar, yakni mencapai 676 jembatan atau sekitar 55 persen dari total kebutuhan. Dari target di Aceh tersebut, sebanyak 188 jembatan telah rampung, sedangkan 490 jembatan lainnya masih terus dikebut pengerjaannya.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Gayo LuesJembatan Gantung GarudaPenanggulangan BencanaInfrastruktur Aceh

Berita Terbaru Lainnya

Lebih dari 100 Kapal Ekspor Sempat Tertahan Imbas Perbedaan Tafsir Aturan Logam Tanah JarangPertamina Pastikan Truk Tangki dalam Kecelakaan Maut di Tanah Bumbu Bukan Armada PerusahaanLaba Bersih Lippo Karawaci Melonjak Jadi Rp 385 Miliar pada Semester I-2026Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Batu Bara Periode Agustus 2026, Kalori Tinggi Turun Jadi US$ 124,44 per TonMeluruskan Kekeliruan Peringatan Boyfriend Day, 3 Agustus atau 3 Oktober?BPS Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 2,88 PersenJadwal Siaran Langsung Semifinal Piala Presiden 2026, Persib vs Persija dan Persebaya vs Arema FCPresiden Prabowo Nyatakan Kesiapan ke Korea Utara untuk Menjadi Perantara Dialog

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AITeknologi 路 29 Jul 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap