Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Polisi Fadil Imran memberikan tanggapan terkait langkah sejumlah pengelola mal dan pusat perbelanjaan yang memasang pagar tinggi di area mereka. Langkah pengamanan fisik tersebut sempat memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Namun, Fadil menegaskan bahwa kondisi keamanan di Indonesia saat ini berada dalam keadaan yang sangat kondusif, sehingga masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi lebih jauh.
Menurut keterangan Fadil di Jakarta pada hari Sabtu, data dari daily operating reporting system milik kepolisian menunjukkan tidak adanya indikasi masalah keamanan yang menonjol. Ia menjelaskan bahwa pemasangan pagar oleh para pemilik properti, termasuk pengelola pusat perbelanjaan, merupakan sebuah tindakan yang wajar dilakukan untuk menjaga aset mereka. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat luas agar tidak mudah terpancing oleh berbagai narasi negatif yang mengeklaim akan adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam waktu dekat.
Memasuki bulan Agustus, pihak kepolisian menyatakan tidak menerapkan langkah antisipasi atau pengamanan khusus yang di luar kebiasaan. Fadil menegaskan bahwa aparat keamanan, khususnya satuan Brimob dan Sabhara, selalu berada dalam kondisi siaga setiap harinya untuk mengawal aktivitas masyarakat. Kesiapsiagaan rutin ini dinilai sudah cukup untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan tanpa perlu memicu kekhawatiran yang berlebihan di kalangan publik.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Tanggapan senada juga disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada hari Jumat (31/7). Pramono meminta agar para pengelola pusat perbelanjaan di ibu kota tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan karena situasi Jakarta saat ini aman. Meski memahami bahwa pemasangan pagar tersebut mungkin mencerminkan kekhawatiran tertentu鈥攖erutama dengan mengingat kembali peristiwa unjuk rasa dan kerusuhan yang pernah terjadi pada Agustus 2025 silam鈥攊a menyatakan akan meminta pengelola untuk melepas kembali pagar-pagar tinggi tersebut jika situasi dirasa sudah tepat. Pemprov DKI Jakarta sendiri terus melakukan koordinasi secara intensif dengan TNI/Polri serta pihak terkait demi menjaga stabilitas kota.
Di sisi lain, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, Hasan Nasbi, turut menyoroti beredarnya isu-isu yang berpotensi memicu ketakutan di masyarakat. Saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Jumat (31/7), Hasan mengajak publik untuk senantiasa menyaring dan memeriksa kebenaran setiap informasi yang diterima. Ia juga meminta para jurnalis untuk aktif melakukan verifikasi dan cek fakta terhadap berbagai kabar burung atau upaya penyebaran ketakutan (fear mongering) yang saat ini tengah beredar luas di ruang publik.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Sebagai salah satu contoh iklim yang positif dan kondusif, Hasan menyebutkan adanya pertemuan konstruktif antara Presiden Prabowo Subianto dengan lebih dari seratus pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Dalam pertemuan dua arah tersebut, pemerintah menerima berbagai masukan yang membangun dari para pelaku usaha. Hal ini menunjukkan bahwa koordinasi dan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha berjalan dengan baik, sekaligus menepis kekhawatiran yang tidak mendasar terkait stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.






