apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

ESDM Proyeksikan Kebutuhan 760 Ribu Tenaga Kerja Hijau di Sektor Ketenagalistrikan

Nyaring AranDiterbitkan 11 Agu 2026 - 23.57 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
ESDM Proyeksikan Kebutuhan 760 Ribu Tenaga Kerja Hijau di Sektor Ketenagalistrikan
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan peluang tenaga kerja hijau atau green jobs di sektor ketenagalistrikan nasional dapat mencapai sekitar 760 ribu orang. Proyeksi ini disusun berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk periode 2025–2034. Angka kebutuhan tersebut merupakan bagian dari total kebutuhan tenaga kerja di sektor pembangkitan listrik yang diperkirakan secara keseluruhan mencapai 836.696 orang. Dari total kebutuhan tersebut, lebih dari 760 ribu tenaga kerja atau sekitar 91 persen diproyeksikan masuk ke dalam kategori green jobs yang ramah lingkungan.

Berdasarkan pemaparan dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi sektor yang menawarkan peluang penyerapan tenaga kerja hijau paling besar. Sektor PLTS ini diperkirakan mampu menyerap hingga mencapai 348.057 orang pekerja. Selain PLTS, pembangkit listrik berbasis energi ramah lingkungan lainnya yang juga memiliki potensi penyerapan tenaga kerja yang signifikan adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang berpotensi menyerap sebanyak 129.759 tenaga kerja, serta pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang berpotensi menyerap sekitar 42.700 tenaga kerja.

Baca Juga

Kemensos dan 3 Institusi Teken MoU Penanganan Korban Napza

Kemensos dan 3 Institusi Teken MoU Penanganan Korban Napza

Peluang tenaga kerja pada kategori green jobs lainnya juga tersebar di berbagai jenis pembangkitan energi hijau. Di antaranya adalah PLTA pump storage yang diproyeksikan membutuhkan sebanyak 94.195 orang, sektor penyimpanan baterai sebanyak 68.193 orang, serta Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau angin (PLTB) sebanyak 58.938 orang. Selanjutnya, terdapat pula peluang penyerapan tenaga kerja untuk biomassa (PLTBm) sebanyak 7.197 orang, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebanyak 6.850 orang, pembangkit listrik berbasis sampah (PLTSa) sebanyak 2.429 orang, pembangkit listrik biogas (PLTBg) sebanyak 1.481 orang, dan pembangkit listrik energi arus laut (PLTAL) sebanyak 341 orang.

Di samping kebutuhan tenaga kerja di sektor pembangkitan, RUPTL 2025–2034 juga memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja yang sangat besar pada rantai pasok infrastruktur kelistrikan lainnya. Tercatat ada proyeksi kebutuhan sebanyak 881.132 tenaga kerja yang mencakup bidang industri manufaktur, konstruksi, operasi, hingga pemeliharaan untuk transmisi, gardu induk, dan distribusi. Hal ini sejalan dengan rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik dalam 10 tahun ke depan yang direncanakan mencapai 69,5 gigawatt (GW), di mana mayoritas tambahan kapasitas tersebut berasal dari energi terbarukan. Pengembangan energi terbarukan dan penyimpanan energi baterai ini ditujukan untuk mendukung transisi Indonesia menuju target emisi nol bersih atau net zero emissions pada tahun 2060 atau bahkan bisa lebih cepat. Infrastruktur kelistrikan masa depan ini direncanakan akan mencakup teknologi super grid, interkoneksi antarwilayah, smart grid, battery energy storage system (BESS), hingga sistem respons permintaan energi.

Baca Juga

OJK Buka Suara soal Wacana Dana Wakaf Produktif Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal

OJK Buka Suara soal Wacana Dana Wakaf Produktif Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal

Selain penyerapan tenaga kerja, penerapan manajemen energi dan efisiensi energi juga diestimasikan memberikan dampak ekonomi yang besar berupa penghematan biaya energi hingga tahun 2030 mendatang. Di sisi penyedia energi, implementasi manajemen energi diperkirakan dapat menghemat sekitar 3,56 million tonnes of oil equivalent atau setara dengan penghematan biaya energi sekitar Rp9,4 triliun. Sementara itu, dari sektor industri, langkah manajemen energi diestimasi mampu menghemat 5,28 million tonnes of oil equivalent dengan penghematan biaya mencapai Rp20,8 triliun. Untuk sektor transportasi, efisiensi energi diestimasi dapat menghemat biaya energi sekitar Rp4,2 triliun. Dengan demikian, akumulasi total penghematan biaya energi dari sektor penyedia energi, industri, dan transportasi secara keseluruhan diproyeksikan mencapai Rp34,4 triliun hingga tahun 2030.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Energi TerbarukanESDM

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal dan Peta Persaingan Timnas Indonesia di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026IHSG Melemah ke Level 6.309 pada Sesi I, Investor Asing Catat Net Sell Rp774 MiliarKemensos dan 3 Institusi Teken MoU Penanganan Korban NapzaDinamika Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-lakiOJK Ungkap Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.948,72 Triliun pada Juni 2026Fokus Rangkul Generasi Muda, PDI Perjuangan Lantik Pengurus Taruna Merah PutihStafsus Yaqut Ishfah Didakwa Perkaya Diri Rp93,6 Miliar di Kasus Kuota Haji7 Tokoh Desak Pembenahan Sistem Pemberantasan Korupsi dan Penguatan KPK

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi · 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News · 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi · 1 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap