apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Dinamika Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki

Domu TobingDiterbitkan 11 Agu 2026 - 22.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dinamika Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki kembali menunjukkan pergerakan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Pada hari Jumat pagi tanggal 24 Juli 2026, gunung api ini dilaporkan mengalami erupsi sebanyak dua kali. Kejadian ini menandai kelanjutan dari rangkaian aktivitas vulkanik yang terus dipantau oleh pihak berwenang guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap wilayah di sekitarnya. Letusan ganda yang terjadi pada pagi hari tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perkembangan aktivitas gunung ini sepanjang tahun 2026.

Sebelum peristiwa letusan ganda pada bulan Juli 2026 tersebut, Gunung Lewotobi Laki-laki juga tercatat mengalami erupsi pada awal tahun, tepatnya pada tanggal 5 Maret 2026. Erupsi yang terjadi pada pukul 16.45 WITA tersebut menyemburkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian yang teramati mencapai kurang lebih 1.200 meter di atas puncak gunung. Pada saat erupsi Maret 2026 ini berlangsung, tingkat aktivitas gunung api ini berada pada status Level II (Waspada). Berdasarkan tingkat aktivitas tersebut, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi keamanan yang meminta agar tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

Jika ditarik ke belakang, kondisi aktivitas gunung ini menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya. Pada tanggal 2 Desember 2025, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki sempat ditetapkan dan dipertahankan pada status tertinggi, yaitu Level IV (AWAS). Mengingat bahaya yang lebih besar pada tingkat aktivitas Level IV tersebut, rekomendasi jarak aman yang ditetapkan oleh Badan Geologi jauh lebih luas. Pihak berwenang meminta agar masyarakat maupun pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius aman sejauh 6 kilometer dari pusat erupsi, serta radius sektoral sejauh 7 kilometer ke arah barat laut hingga timur laut.

Baca Juga

Kemensos dan 3 Institusi Teken MoU Penanganan Korban Napza

Kemensos dan 3 Institusi Teken MoU Penanganan Korban Napza

Penetapan status Level IV (AWAS) pada akhir tahun 2025 tersebut didasarkan pada hasil pemantauan kegempaan yang sangat intensif. Berdasarkan rekaman data seismik dalam periode antara tanggal 30 November 2025 hingga tanggal 1 Desember 2025 pukul 12.00 WITA, tercatat adanya berbagai aktivitas gempa. Secara rinci, instrumen pemantau mendeteksi adanya 33 kali gempa tremor non-harmonik, 6 kali gempa low frequency (frekuensi rendah), 9 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, serta 7 kali gempa tektonik jauh. Data kegempaan yang beragam ini menunjukkan tingginya suplai magma dan tekanan di dalam tubuh gunung pada waktu tersebut.

Selain data kegempaan, indikasi peningkatan aktivitas pada akhir tahun 2025 juga diperkuat oleh hasil pengukuran deformasi tubuh gunung. Pengukuran deformasi menggunakan alat tiltmeter pada akhir tahun 2025 menunjukkan adanya akumulasi tekanan yang terjadi pada sumbu X (tangensial). Di samping itu, pemantauan melalui data Global Navigation Satellite System (GNSS) pada akhir tahun 2025 juga masih memperlihatkan adanya fluktuasi pada komponen vertikal yang terdeteksi selama periode satu minggu. Kombinasi data tiltmeter dan GNSS ini memberikan gambaran ilmiah mengenai perubahan fisik dan tekanan internal yang terjadi pada tubuh gunung sebelum dan selama periode status AWAS tersebut.

Baca Juga

Stafsus Yaqut Ishfah Didakwa Perkaya Diri Rp93,6 Miliar di Kasus Kuota Haji

Stafsus Yaqut Ishfah Didakwa Perkaya Diri Rp93,6 Miliar di Kasus Kuota Haji

Jauh sebelum rangkaian peningkatan aktivitas yang terjadi pada akhir tahun 2025 dan sepanjang tahun 2026, Gunung Lewotobi Laki-laki sempat mengalami masa jeda erupsi. Sebelum memasuki bulan Desember 2025, peristiwa erupsi terakhir dari gunung ini tercatat terjadi pada tanggal 18 Oktober 2025 pada pukul 00.44 WITA. Rentetan peristiwa mulai dari letusan Oktober 2025, peningkatan status menjadi Level IV pada Desember 2025, penurunan status menjadi Level II dengan erupsi Maret 2026, hingga letusan ganda pada Juli 2026 menunjukkan betapa fluktuatifnya aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang memerlukan kewaspadaan dan pemantauan terus-menerus.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Gunung Lewotobi Laki-lakiErupsiBadan Geologi

Berita Terbaru Lainnya

Kemensos dan 3 Institusi Teken MoU Penanganan Korban NapzaOJK Ungkap Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.948,72 Triliun pada Juni 2026Fokus Rangkul Generasi Muda, PDI Perjuangan Lantik Pengurus Taruna Merah PutihStafsus Yaqut Ishfah Didakwa Perkaya Diri Rp93,6 Miliar di Kasus Kuota Haji7 Tokoh Desak Pembenahan Sistem Pemberantasan Korupsi dan Penguatan KPKPemerintah Kaji Pembatasan Pertalite di Tengah Berbagai Isu NasionalPasir Putih Dibuka untuk Investasi Rp40 Miliar, Upaya Situbondo Naikkan Daya Saing PariwisataTiket Konser Sheila on 7 untuk Poliponi Bali 2026 Segera Dijual, Ini Aturan Lengkapnya

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap