Pertemuan di Novotel Samator Surabaya menjadi saksi penting bagi arah kepemimpinan Partai Demokrat di wilayah Jawa Timur. Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur secara resmi menetapkan Emil Elestianto Dardak sebagai calon tunggal Ketua DPD Demokrat Jatim untuk periode kepengurusan 2026-2031.
Dalam forum pengambilan keputusan tersebut, seluruh pemegang hak suara sepakat secara aklamasi untuk mengusulkan nama Emil ke DPP Partai Demokrat. Kesepakatan bulat ini mencerminkan kuatnya legitimasi yang dimiliki Emil di mata para pengurus daerah maupun pusat untuk kembali memimpin partai.
Dukungan Aklamasi dan Target Kursi Legislatif
Dukungan penuh terhadap Emil Dardak diperoleh dari seluruh unsur pemegang suara yang memiliki hak pilih dalam Musda VII. Unsur-unsur pemegang suara tersebut kompak memberikan dukungan mereka, yang terdiri dari perwakilan 38 DPC Demokrat tingkat kabupaten/kota di Jawa Timur, DPD Demokrat Jatim, hingga DPP Demokrat. Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengonfirmasi bahwa seluruh pemegang hak suara telah sepakat untuk mengusulkan nama Emil secara aklamasi.
GRIB Jaya Klarifikasi Keberadaan Hercules di Lokasi Kericuhan 27 Agustus

Setelah resmi ditetapkan sebagai calon tunggal, Emil langsung memaparkan target politik strategis yang ingin dicapainya bagi Partai Demokrat di Jawa Timur. Ia mencanangkan target agar setiap daerah pemilihan (dapil) di Jawa Timur mampu meloloskan minimal satu wakil legislatif. Target perolehan kursi ini dirancang secara menyeluruh di semua tingkatan parlemen, mulai dari tingkat DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI di tingkat pusat.
Refleksi Kepemimpinan Khofifah dan Dukungan Tokoh Agama
Pelaksanaan Musda VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah memberikan sambutan hangat dan mengenang kembali perjalanan panjang kepemimpinannya bersama Emil di Jawa Timur. Ia menyebutkan bahwa kebersamaan mereka dalam memimpin provinsi ini kini telah memasuki tahun ketujuh.
Prabowo Rapat Bareng Menhan dan Mendikti, Bahas Syarat Suku Dayak Jadi TNI hingga Karhutla

Khofifah, yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur sejak tahun 2019, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan konsisten yang diberikan oleh Partai Demokrat. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Emil telah melalui dua kali proses pemilihan kepala daerah (Pilgub Jatim) dengan dukungan penuh dari Partai Demokrat yang diberikan tanpa mahar politik.
Selain dari Khofifah, dukungan terhadap masa depan politik Emil juga datang dari tokoh agama terkemuka di Jawa Timur. Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet, KH Asep Saifuddin Chalim, yang turut hadir dalam acara Musda tersebut, secara terbuka menyatakan dukungannya. Kiai Asep menegaskan bahwa dirinya tidak ragu untuk mendoakan serta menyatakan komitmennya untuk berada di barisan utama dalam mendukung Emil Dardak menjadi Gubernur Jawa Timur berikutnya demi meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Khofifah.






