Pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga melalui sistem desil kini menjadi perhatian masyarakat. Desil sendiri merupakan sebuah metode pembagian masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan mereka. Dalam sistem ini, masing-masing dari 10 desil yang ada mencakup sekitar 10 persen dari total keluarga di Indonesia berdasarkan tingkat kesejahteraannya secara nasional.
Menurut informasi yang tercantum dalam laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial, penentuan kelompok desil bagi setiap keluarga diukur melalui berbagai variabel sosial ekonomi yang komprehensif. Variabel-variabel tersebut meliputi keterangan individu seperti pekerjaan dan pendidikan, keterangan perumahan yang mencakup kondisi rumah dan daya listrik, serta kepemilikan aset. Secara umum, tingkat kesejahteraan relatif keluarga ditunjukkan oleh angka desilnya; semakin kecil angka desil tersebut, maka semakin rendah pula tingkat kesejahteraan relatif dari keluarga yang bersangkutan.
Kategori Desil Terbawah dalam Kesejahteraan Keluarga
Dalam pembagian tingkat kesejahteraan ini, terdapat beberapa kategori desil terbawah yang menjadi perhatian khusus dalam penyaluran bantuan sosial. Berikut adalah penjelasan mengenai kriteria Desil 1 hingga Desil 3:
BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Bantuan Rp 207 Juta untuk Korban Gempa NTT

Desil 1 merupakan kelompok dengan kondisi ekonomi paling bawah di antara seluruh tingkatan yang ada. Keluarga yang masuk dalam kategori ini diklasifikasikan sebagai kelompok "Sangat Miskin". Karena kondisi ekonominya yang berada di tingkat paling rendah, kelompok Desil 1 menjadi prioritas utama dalam penerimaan seluruh program bantuan sosial (bansos) yang diselenggarakan pemerintah guna membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Desil 2 diisi oleh kelompok rumah tangga yang dikategorikan sebagai kelompok "Miskin". Keluarga dalam kelompok ini memiliki pendapatan yang rendah dan sangat rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi. Kerentanan tersebut terlihat dari ketidakmampuan mereka dalam menghadapi situasi sulit, seperti mudah terdampak oleh kenaikan harga barang di pasar serta tidak memiliki tabungan yang dapat digunakan sebagai cadangan finansial.
Tiga Masalah Besar di Balik PHK Tembus 43 Ribu Orang

Desil 3 merupakan kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori "Hampir Miskin". Meskipun tingkat kesejahteraannya berada sedikit di atas Desil 1 dan Desil 2, kelompok ini tetap rawan jatuh miskin. Risiko kemerosotan ekonomi bagi keluarga di kelompok Desil 3 ini meningkat secara signifikan apabila terjadi peristiwa tidak terduga, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), kenaikan harga kebutuhan pokok, atau gangguan ekonomi lainnya yang memengaruhi pendapatan mereka.






