WIKA Beton memperkenalkan teknologi pembangunan rumah modular precast bernama WHOME dalam ajang Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2, Jakarta. Teknologi rumah tahan gempa ini dikembangkan melalui riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Director of Engineering and Production WIKA Beton, Verly Widiantoro, menjelaskan bahwa pengembangan teknologi WHOME mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). WIKA Beton juga telah melakukan dua kali uji lapangan untuk menguji keandalan teknologi tersebut.
Pembangunan dengan WHOME menawarkan efisiensi waktu yang signifikan. Struktur rumah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hari, sementara pembangunan hingga tahap siap huni dengan perabot (furnished) membutuhkan waktu sekitar 10 hari.
OJK Tutup 11 Bank Perekonomian Rakyat hingga Agustus 2026

Dalam produksinya, WIKA Beton memanfaatkan material sisa industri, seperti fly ash dari limbah batu bara dan slag dari limbah besi. Penggunaan bahan-bahan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan material bangunan yang ramah lingkungan.
Teknologi modular ini telah diterapkan dalam pembangunan rumah di Aceh Tamiang. Untuk menghadapi proyek dengan kondisi khusus, WIKA Beton dapat menggunakan konsep mobile plant untuk menempatkan fasilitas produksi lebih dekat dengan lokasi proyek. Kapasitas produksi untuk proyek di Tamiang tersebut dapat mencapai sekitar 5.000 unit rumah per bulan.
Transmart Gelar Full Day Sale Besok, Tawarkan Diskon hingga 50% + 20%

Danantara Housing Expo 2026 menyinergikan ekosistem BUMN properti, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan pengembang swasta. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pameran ini menawarkan berbagai kemudahan bagi masyarakat, termasuk skema pembiayaan dengan uang muka mulai dari 1 persen.






