Kericuhan yang pecah di sekitar Gedung DPR pada malam 27 Agustus 2026 menyisakan sorotan publik terkait kehadiran sejumlah tokoh di lapangan. Salah satu yang menjadi perbincangan hangat adalah keberadaan Hercules di tengah situasi yang memanas tersebut. Menanggapi isu ini, organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan simpang siur informasi yang berkembang.
Divisi Hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, membenarkan bahwa Hercules memang berada di lokasi kejadian saat demonstrasi berlangsung di dekat Gedung DPR dan sekitarnya pada Kamis malam tersebut. Namun, Wilson menegaskan bahwa kehadiran Hercules di lapangan merupakan bagian dari upaya persuasif untuk memantau keadaan dan menjaga kondusivitas lingkungan. Kehadiran tersebut diklaim bukan untuk memperkeruh keadaan, melakukan provokasi, ataupun terlibat dalam benturan fisik dengan pihak mana pun.
Wilson juga mengklarifikasi rekaman video yang beredar di media sosial, khususnya mengenai seruan "pulang, pulang" yang terdengar di lokasi. Menurut penjelasannya, seruan tersebut justru harus dimaknai sebagai imbauan preventif agar masyarakat atau massa bersedia meninggalkan lokasi secara tertib ketika situasi dinilai sudah tidak kondusif lagi.
Emil Dardak Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Jatim hingga 2031

Secara organisatoris, Wilson menegaskan bahwa GRIB Jaya tidak pernah mengeluarkan instruksi resmi kepada anggotanya untuk mengikuti demonstrasi maupun melakukan kegiatan apa pun yang berkaitan dengan aksi tersebut. Kendati demikian, pihak GRIB Jaya tetap menegaskan bahwa hak menyampaikan pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara yang pelaksanaannya telah diatur secara sah dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998.
Di sisi lain, aparat kepolisian kini tengah mengambil langkah penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Polda Metro Jaya menyatakan masih mendalami dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam peristiwa kerusuhan pada Kamis malam itu.
Mengenal Apa Itu Desil 1-10 yang Menjadi Acuan Penerima Bansos

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa fakta-fakta di lapangan terkait dugaan keterlibatan ormas masih harus diverifikasi secara mendalam. Budi juga enggan memberikan komentar langsung mengenai kabar keberadaan Hercules di lokasi kerusuhan. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai unggahan di media sosial yang belum tentu kebenarannya. Menurutnya, banyak informasi yang beredar di jejaring sosial saat ini terindikasi sebagai disinformasi, provokasi, dan hoaks, sehingga polisi memilih untuk berfokus pada verifikasi fakta secara menyeluruh.






