Pemerintah terus berupaya menyempurnakan mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran. Jika sebelumnya penentuan penerima manfaat sering kali memicu ketidakpastian akibat parameter yang kurang terperinci, kini sistem pengelompokan menggunakan desil menjadi acuan utama. Langkah ini membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam sepuluh tingkatan yang lebih terukur.
Sistem ini mempermudah identifikasi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan darurat hingga mereka yang berada di batas aman ekonomi. Melalui klasifikasi ini, setiap keluarga di Indonesia dikelompokkan secara berkala berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Apa Itu Desil dalam Penyaluran Bantuan Sosial?
Berdasarkan informasi dari situs resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos), desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan berbagai variabel sosial ekonomi. Pengelompokan ini membagi seluruh keluarga di Indonesia ke dalam 10 tingkatan berbeda, di mana setiap tingkatan atau desil mencakup sekitar 10% dari total keluarga di negara ini.
GRIB Jaya Klarifikasi Keberadaan Hercules di Lokasi Kericuhan 27 Agustus

Untuk menentukan masuk ke desil mana suatu keluarga, pemerintah melakukan penilaian menggunakan indikator yang komprehensif. Variabel sosial ekonomi yang diukur meliputi: - Keterangan individu, seperti jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan. - Keterangan perumahan, yang melihat kondisi fisik rumah tinggal serta daya listrik yang digunakan. - Kepemilikan aset yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
Melalui indikator-indikator ini, tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dipetakan secara lebih objektif. Angka desil yang lebih kecil mencerminkan posisi kesejahteraan keluarga yang semakin rendah. Sebaliknya, semakin besar angka desilnya, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga tersebut.
Said Iqbal Ungkap Penyebab PHK 43.805 Pekerja Sepanjang Januari-Juli 2026

Rincian Tingkat Kesejahteraan Desil 1 hingga Desil 5
Dalam pembagiannya, tingkat kesejahteraan dari desil terbawah hingga menengah memiliki karakteristik tersendiri yang menentukan seberapa besar prioritas mereka dalam menerima bantuan sosial.
Desil 1: Sangat Miskin Kelompok ini berada di posisi ekonomi paling bawah. Keluarga yang masuk dalam Desil 1 umumnya tidak memiliki pekerjaan stabil dan pendapatannya tidak menentu. Mereka juga mengalami kesulitan besar untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Karena kondisi tersebut, kelompok Desil 1 menjadi prioritas utama dalam seluruh program bantuan sosial yang digulirkan pemerintah.
Desil 2: Miskin Keluarga dalam kelompok ini memiliki pendapatan yang rendah. Meskipun mungkin memiliki sedikit sumber pemasukan, mereka sangat rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi sekecil apa pun.
Desil 3: Hampir Miskin Kelompok Desil 3 diisi oleh keluarga yang rawan jatuh miskin. Posisi ekonomi mereka sangat tidak stabil, terutama ketika dihadapkan pada guncangan eksternal seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok, atau gangguan ekonomi lainnya.
Desil 4: Rentan Miskin Keluarga pada kelompok Desil 4 memiliki kondisi ekonomi yang relatif stabil dibandingkan tiga desil di bawahnya. Kendati demikian, mereka tetap rentan mengalami kemerosotan ekonomi apabila terjadi situasi darurat, seperti bencana alam, anggota keluarga yang mengalami sakit berat, atau penurunan pendapatan secara mendadak. Keluarga di kelompok ini masih dikategorikan layak menerima bantuan sosial dalam kondisi tertentu.
Desil 5: Pas-pasan Kelompok Desil 5 berada pada batas aman ekonomi. Meskipun mereka sudah tidak dikategorikan miskin atau rentan, kondisi keuangan mereka belum sepenuhnya sejahtera untuk menghadapi fluktuasi ekonomi jangka panjang tanpa bantuan.
Secara keseluruhan, klasifikasi desil ini membantu memilah penerima manfaat secara berjenjang. Kelompok dengan desil rendah merupakan sasaran utama yang dinilai paling layak menerima berbagai bantuan sosial guna menjaga ketahanan ekonomi mereka.






