Dua warga negara Indonesia (WNI) yang sempat disekap di Myanmar akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air pada Rabu (29/7). Proses pemulangan kedua pekerja migran Indonesia (PMI) ini dilakukan melalui rute penerbangan internasional dari Thailand menuju Malaysia, sebelum akhirnya mendarat dengan selamat di Batam, Indonesia. Keberhasilan pemulangan ini menjadi akhir dari situasi sulit yang mereka hadapi setelah video penyekapan mereka sempat viral di media sosial.
Kedua WNI yang dipulangkan tersebut diketahui berinisial SS yang berasal dari Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, dan AE yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Sebelum proses pemulangan dapat dilakukan, kedua PMI yang diduga menjadi korban sindikat scammer internasional ini harus menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Myanmar. Perawatan tersebut diperlukan karena keduanya mengalami sejumlah luka fisik akibat penyekapan yang mereka alami.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), Imam Riyadi, mengonfirmasi bahwa kedua korban kini telah tiba di Batam. Imam menyampaikan rasa syukur atas tibanya kedua WNI tersebut dengan selamat setelah melewati proses pemulangan yang cukup panjang dari wilayah konflik. Kehadiran mereka di Batam menandai langkah awal sebelum nantinya dikembalikan ke daerah asal masing-masing.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Mengenai status pekerjaan mereka di Myanmar, Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menjelaskan bahwa kedua WNI tersebut bekerja sebagai operator penipuan daring atau online scamming. Keterangan mengenai peran kedua WNI sebagai operator scamming online ini telah dikonfirmasi oleh Brigjen Untung sejak Minggu (19/7). Selama berada di Myanmar, mereka ditempatkan dan disekap di wilayah Myawaddy.
Myawaddy sendiri merupakan wilayah yang terletak di perbatasan antara Myanmar dan Thailand. Kawasan ini dikenal sebagai zona konflik bersenjata yang melibatkan junta militer Myanmar dengan kelompok-kelompok pemberontak setempat. Situasi keamanan yang sangat berisiko ini membuat otoritas keamanan setempat kesulitan melakukan tindakan langsung. Menurut Brigjen Untung, kepolisian Myanmar pun tidak berani masuk ke lokasi penyekapan karena wilayah tersebut diduga kuat berada di bawah kendali kelompok pemberontak.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Kasus penyekapan ini pertama kali menarik perhatian publik setelah beredarnya sebuah rekaman video di media sosial. Dalam video tersebut, tampak dua orang perempuan WNI dalam kondisi tangan terborgol memohon bantuan agar bisa segera dipulangkan ke Indonesia. BP3MI Sumatera Barat kemudian melakukan verifikasi terhadap video tersebut dan memastikan bahwa salah satu perempuan di dalamnya adalah Ayu, warga Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Berdasarkan penelusuran awal, Ayu diduga berangkat ke luar negeri secara nonprosedural, sehingga BP3MI tidak memiliki catatan resmi mengenai keberangkatannya.






