Sebuah kecelakaan kerja menimpa dua orang pekerja proyek di kawasan Jakarta Timur pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Kedua korban yang tengah melakukan pekerjaan pada proyek normalisasi saluran air tersebut dilaporkan tertimpa beton turap di lokasi proyek. Peristiwa ini tepatnya terjadi di Jalan D.I. Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur. Insiden ini langsung memicu respons cepat dari petugas penyelamat guna menyelamatkan nyawa kedua pekerja yang terjebak di bawah reruntuhan beton tersebut.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan mengenai kejadian darurat ini. Berdasarkan catatan kronologi, laporan mengenai kecelakaan kerja ini pertama kali diterima oleh pihak Gulkarmat Jakarta Timur pada pukul 14.50 WIB. Tidak butuh waktu lama bagi petugas untuk merespons laporan tersebut, di mana personel penyelamat tiba di lokasi kejadian pada pukul 14.56 WIB untuk langsung memulai proses evakuasi.
Meskipun petugas telah tiba dengan cepat, proses evakuasi di lapangan ternyata berlangsung sangat dramatis dan memakan waktu yang cukup lama. Secara keseluruhan, proses penyelamatan kedua pekerja proyek tersebut berlangsung selama lebih dari tiga jam. Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Parlin Nainggolan, menjelaskan bahwa proses evakuasi harus dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi karena kondisi di lapangan yang cukup sulit dan menantang bagi para petugas penyelamat.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Kesulitan utama yang dihadapi oleh tim evakuasi di lapangan adalah kondisi posisi salah satu korban. Parlin Nainggolan mengungkapkan bahwa sebagian dari tubuh salah satu korban berada di dalam air yang keruh dan dalam kondisi tertimbun oleh material beton turap. Kondisi ini membuat petugas tidak bisa langsung menarik korban secara sembarangan karena dapat membahayakan keselamatan jiwanya, sehingga penanganan harus dirancang secara cermat.
Untuk mengatasi kendala air keruh yang menggenangi tubuh korban, petugas penyelamat menggunakan mesin pompa. Penggunaan mesin pompa ini bertujuan untuk mengurangi volume air di lokasi kejadian sehingga memudahkan visualisasi dan akses petugas terhadap tubuh korban yang tertimbun. Selain menggunakan mesin pompa air, petugas juga mengerahkan peralatan berat ke lokasi proyek normalisasi tersebut. Peralatan berat ini diturunkan khusus untuk membantu memindahkan material beton yang tebal serta reruntuhan puing yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Operasi penyelamatan yang rumit ini melibatkan kekuatan personel yang cukup besar dari Sudin Gulkarmat Jakarta Timur. Sebanyak 25 personel Gulkarmat diterjunkan secara langsung ke titik evakuasi. Selain mengerahkan puluhan personel, petugas juga didukung oleh enam unit kendaraan operasional untuk memfasilitasi jalannya evakuasi di Jalan D.I. Panjaitan tersebut. Sinergi antara personel dan peralatan ini terus dioptimalkan sepanjang proses penyelamatan berlangsung.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Selama proses evakuasi yang berjalan lambat dan penuh kehati-hatian tersebut, petugas medis juga terus memantau kondisi kesehatan kedua korban yang masih terjebak. Bantuan medis darurat langsung diberikan di tempat kejadian perkara. Petugas memberikan cairan infus serta bantuan oksigen kepada kedua korban guna menjaga kondisi fisik mereka tetap stabil selama proses pengangkatan reruntuhan beton turap dilakukan.
Setelah berjuang keras selama berjam-jam, proses evakuasi akhirnya dinyatakan selesai secara resmi pada sekitar pukul 17.39 WIB. Kedua korban berhasil dikeluarkan dari jepitan beton turap, namun mereka mengalami sejumlah luka. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, kedua pekerja proyek normalisasi saluran air tersebut mengalami luka di bagian kepala serta tungkai akibat hantaman reruntuhan. Setelah berhasil dievakuasi sepenuhnya, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.






