apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Dua Pekerja Proyek Normalisasi di Jatinegara Tertimpa Beton Turap, Evakuasi Berlangsung Tiga Jam Lebih

Nyaring AranDiterbitkan 10 Agu 2026 - 11.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dua Pekerja Proyek Normalisasi di Jatinegara Tertimpa Beton Turap, Evakuasi Berlangsung Tiga Jam Lebih
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Sebuah kecelakaan kerja menimpa dua orang pekerja proyek di kawasan Jakarta Timur pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Kedua korban yang tengah melakukan pekerjaan pada proyek normalisasi saluran air tersebut dilaporkan tertimpa beton turap di lokasi proyek. Peristiwa ini tepatnya terjadi di Jalan D.I. Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur. Insiden ini langsung memicu respons cepat dari petugas penyelamat guna menyelamatkan nyawa kedua pekerja yang terjebak di bawah reruntuhan beton tersebut.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan mengenai kejadian darurat ini. Berdasarkan catatan kronologi, laporan mengenai kecelakaan kerja ini pertama kali diterima oleh pihak Gulkarmat Jakarta Timur pada pukul 14.50 WIB. Tidak butuh waktu lama bagi petugas untuk merespons laporan tersebut, di mana personel penyelamat tiba di lokasi kejadian pada pukul 14.56 WIB untuk langsung memulai proses

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
evakuasi
.

Meskipun petugas telah tiba dengan cepat, proses evakuasi di lapangan ternyata berlangsung sangat dramatis dan memakan waktu yang cukup lama. Secara keseluruhan, proses penyelamatan kedua pekerja proyek tersebut berlangsung selama lebih dari tiga jam. Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Parlin Nainggolan, menjelaskan bahwa proses evakuasi harus dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi karena kondisi di lapangan yang cukup sulit dan menantang bagi para petugas penyelamat.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Kesulitan utama yang dihadapi oleh tim evakuasi di lapangan adalah kondisi posisi salah satu korban. Parlin Nainggolan mengungkapkan bahwa sebagian dari tubuh salah satu korban berada di dalam air yang keruh dan dalam kondisi tertimbun oleh material beton turap. Kondisi ini membuat petugas tidak bisa langsung menarik korban secara sembarangan karena dapat membahayakan keselamatan jiwanya, sehingga penanganan harus dirancang secara cermat.

Untuk mengatasi kendala air keruh yang menggenangi tubuh korban, petugas penyelamat menggunakan mesin pompa. Penggunaan mesin pompa ini bertujuan untuk mengurangi volume air di lokasi kejadian sehingga memudahkan visualisasi dan akses petugas terhadap tubuh korban yang tertimbun. Selain menggunakan mesin pompa air, petugas juga mengerahkan peralatan berat ke lokasi proyek normalisasi tersebut. Peralatan berat ini diturunkan khusus untuk membantu memindahkan material beton yang tebal serta reruntuhan puing yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Operasi penyelamatan yang rumit ini melibatkan kekuatan personel yang cukup besar dari Sudin Gulkarmat Jakarta Timur. Sebanyak 25 personel Gulkarmat diterjunkan secara langsung ke titik evakuasi. Selain mengerahkan puluhan personel, petugas juga didukung oleh enam unit kendaraan operasional untuk memfasilitasi jalannya evakuasi di Jalan D.I. Panjaitan tersebut. Sinergi antara personel dan peralatan ini terus dioptimalkan sepanjang proses penyelamatan berlangsung.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Selama proses evakuasi yang berjalan lambat dan penuh kehati-hatian tersebut, petugas medis juga terus memantau kondisi kesehatan kedua korban yang masih terjebak. Bantuan medis darurat langsung diberikan di tempat kejadian perkara. Petugas memberikan cairan infus serta bantuan oksigen kepada kedua korban guna menjaga kondisi fisik mereka tetap stabil selama proses pengangkatan reruntuhan beton turap dilakukan.

Setelah berjuang keras selama berjam-jam, proses evakuasi akhirnya dinyatakan selesai secara resmi pada sekitar pukul 17.39 WIB. Kedua korban berhasil dikeluarkan dari jepitan beton turap, namun mereka mengalami sejumlah luka. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, kedua pekerja proyek normalisasi saluran air tersebut mengalami luka di bagian kepala serta tungkai akibat hantaman reruntuhan. Setelah berhasil dievakuasi sepenuhnya, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

evakuasiJakarta TimurJatinegara

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026