apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Dua Murid Sekolah Rakyat Wakili Indonesia di Forum Anak ASEAN 2026, Bagaimana Persiapan dan Peran Mereka?

Togar PanjaitanDiterbitkan 5 Agu 2026 - 23.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dua Murid Sekolah Rakyat Wakili Indonesia di Forum Anak ASEAN 2026, Bagaimana Persiapan dan Peran Mereka?
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Dua pelajar dari Sekolah Rakyat mencatatkan sejarah baru bagi institusi mereka dengan terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang 9th ASEAN Children's Forum (ACF) yang berlangsung pada tanggal 4 hingga 5 Agustus 2026. Kehadiran mereka menandai momen pertama kalinya murid dari Sekolah Rakyat mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam forum berskala internasional. Kedua murid tersebut adalah Misfan Nazriel Faturrahman yang berasal dari Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, dan Jasmia Kusuma Dewi yang merupakan murid dari Sekolah Rakyat DKI Jakarta. Bersama dua anggota delegasi lain yang berasal dari Forum Anak Nasional, mereka bahu-membahu menyuarakan isu-isu penting terkait perlindungan anak

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
di tingkat regional Asia Tenggara.

ASEAN Children's Forum sendiri merupakan sebuah wadah pertemuan tingkat regional yang mengumpulkan perwakilan anak dari berbagai negara anggota ASEAN. Fokus utama dari forum ini adalah membahas langkah-langkah konkret serta kebijakan strategis terkait perlindungan terhadap anak-anak di kawasan Asia Tenggara. Untuk penyelenggaraan tahun 2026, kegiatan ini dikoordinasikan secara langsung di bawah Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development (SOMSWD). Mengusung tema besar "Shielding ASEAN Childhood: Say No to Violence", forum kali ini menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak serta menolak segala bentuk kekerasan yang mengancam masa depan mereka.

Mengingat situasi dan kebutuhan teknis, jalannya rangkaian acara ACF 2026 diselenggarakan melalui format hibrida (hybrid). Pusat kegiatan fisik berada di Putrajaya, Malaysia, sementara delegasi yang tidak hadir secara langsung di lokasi dapat mengikuti jalannya acara secara daring. Bagi Misfan dan Jasmia, seluruh rangkaian kegiatan forum internasional ini mereka ikuti dari Aston Imperial Bekasi. Meski terpisah jarak dengan pusat kegiatan di Malaysia, antusiasme dan keseriusan kedua pelajar ini tidak berkurang sedikit pun dalam mengikuti setiap sesi diskusi yang dijadwalkan.

Keberhasilan mereka untuk tampil di forum regional ini tidak lepas dari proses persiapan yang matang dan mandiri. Misfan dan Jasmia menyiapkan sendiri seluruh materi presentasi yang akan mereka bawakan di hadapan perwakilan negara-negara ASEAN lainnya. Selama masa persiapan tersebut, mereka tidak berjalan sendirian. Kedua murid ini mendapatkan pendampingan intensif dari guru Sekolah Rakyat, termasuk Tahta Aulia Pangestika yang merupakan guru Bahasa Inggris di Sekolah Rakyat DKI Jakarta. Selain itu, mereka juga dibimbing oleh para mentor profesional yang berasal dari Kementerian Sosial serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Baca Juga

Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah Jadetabek Hari Ini, Simak Syarat dan Alternatif Layanannya

Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah Jadetabek Hari Ini, Simak Syarat dan Alternatif Layanannya

Dalam proses penyusunan materi presentasi, delegasi Indonesia berupaya menyajikan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Misfan menjelaskan bahwa mereka mengumpulkan data yang bersumber dari beberapa kementerian terkait untuk kemudian diolah kembali. Proses penyusunan ini melibatkan tahapan curah pendapat (brainstorming), pemeriksaan ulang data (double check), hingga verifikasi fakta (fact check). "Kami pakai data-data yang ada dari beberapa kementerian, lalu di-fact check dan double check juga, termasuk memastikan bahasanya sudah benar dan sopan," ujar Misfan saat menjelaskan proses kerja kelompok mereka. Langkah ketat ini diambil untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada delegasi negara tetangga benar-benar valid dan disajikan dengan tata bahasa yang santun.

Materi utama yang dipresentasikan oleh delegasi Indonesia berfokus pada lima jenis kekerasan pada anak yang saat ini memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak. Kelima jenis kekerasan tersebut meliputi kekerasan fisik, kekerasan psikologis atau emosional, kekerasan seksual, kekerasan digital, serta penelantaran anak. Melalui pemaparan kelima poin ini, delegasi Indonesia berharap negara-negara anggota ASEAN dapat memperkuat komitmen bersama dalam merumuskan solusi perlindungan anak yang lebih komprehensif, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan dinamika sosial yang kian kompleks.

Sebelum terpilih sebagai delegasi dalam forum internasional ini, baik Jasmia maupun Misfan telah memiliki rekam jejak aktivitas dan prestasi yang cukup menonjol di lingkungan sekolah mereka masing-masing. Jasmia Kusuma Dewi, misalnya, sebelumnya pernah dipercaya untuk mengemban tanggung jawab sebagai pembawa acara dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat. Acara penting tersebut turut dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pengalaman tersebut membantu melatih kepercayaan diri Jasmia untuk berbicara di hadapan publik dan tokoh-tokoh penting.

Baca Juga

Kejagung Ungkap Empat Perusahaan Don Ritto yang Diduga Jadi Tempat Pencucian Uang Febrie

Kejagung Ungkap Empat Perusahaan Don Ritto yang Diduga Jadi Tempat Pencucian Uang Febrie

Sementara itu, Misfan Nazriel Faturrahman juga dikenal sebagai siswa yang aktif di berbagai bidang akademik maupun non-akademik. Ia tercatat pernah mengikuti kompetisi tingkat nasional seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang Matematika. Selain itu, Misfan juga aktif berpartisipasi dalam kompetisi debat, baik yang menggunakan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Di luar bidang akademik, ia juga terlibat dalam kegiatan kepaskibraan (Paskibra) serta menekuni olahraga bela diri seperti pencak silat dan taekwondo. Ketertarikannya pada dunia sains sangat kuat, dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai mata pelajaran favoritnya. Minat mendalam pada bidang ini didorong oleh cita-citanya yang ingin melanjutkan studi di bidang teknik penerbangan atau aerospace engineering di masa depan.

Keikutsertaan perdana murid Sekolah Rakyat di kancah ASEAN Children's Forum ini menjadi bukti nyata bahwa kesempatan untuk berkembang dan berprestasi di tingkat internasional terbuka bagi siapa saja. Melalui kolaborasi antara pihak sekolah, kementerian terkait, dan kerja keras para siswa, delegasi anak Indonesia mampu menyuarakan aspirasi mereka secara terstruktur demi mewujudkan kawasan ASEAN yang lebih aman dan bebas dari kekerasan terhadap anak.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

perlindungan anakSekolah RakyatForum Anak ASEAN

Berita Terbaru Lainnya

Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah Jadetabek Hari Ini, Simak Syarat dan Alternatif LayanannyaKejagung Ungkap Empat Perusahaan Don Ritto yang Diduga Jadi Tempat Pencucian Uang FebriePengecoran Jalan Raya Bogor Arah Pasar Rebo Picu Kemacetan Pagi IniPolisi Usut Aksi Perekaman Diam-Diam terhadap Usher GIIAS 2026Kronologi Penemuan Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso yang Tewas TerjatuhKPK Tahan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Digitalisasi SPBU PertaminaMengapa Bupati Kuansing Nonaktif Diduga Memotong TPP Pegawai hingga Setengahnya?Derby Milan di Australia dan Laga Pramusim Sengit Hiasi Jadwal Bola Malam Ini 5-6 Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

Kesehatan

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap