Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) yang diinisiasi oleh IPB University terus memberikan dampak nyata dan mendapatkan sambutan serta apresiasi yang tinggi dari berbagai kalangan. Salah satu bentuk dukungan datang dari H.M. Dody Hikmawan, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata perguruan tinggi tersebut. Program PPM ini diwujudkan secara konkret melalui penyelenggaraan Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour). Langkah ini dirancang secara khusus untuk mendorong dan memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Pelatihan inovatif yang berfokus pada pengolahan pangan lokal ini sukses diselenggarakan oleh Divisi Teknik Biosistem, Fakultas Teknik dan Teknologi, IPB University. Kegiatan edukatif tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 26 Juni 2026. Untuk tempat pelaksanaannya, kegiatan pelatihan ini dipusatkan di Kelompok Tani Setia yang beralamat di Kampung Cangkrang, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Jalannya pelatihan ini diikuti secara aktif dengan melibatkan sebanyak 21 orang peserta perempuan yang tergabung dalam Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Bogor di bawah pimpinan Wiwit Munggarani.
Singkong sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu komoditas pertanian unggulan yang melimpah di wilayah Jawa Barat. Melalui penerapan teknologi fermentasi, bahan pangan lokal ini sekarang dapat diolah menjadi tepung mocaf yang memiliki nilai tambah ekonomi yang jauh lebih tinggi. Terkait dengan inovasi ini, pada hari Jumat, 10 Juli 2026, H.M. Dody Hikmawan memberikan pernyataan bahwa tepung mocaf memiliki prospek pasar yang sangat baik sebagai bahan alternatif pengganti tepung terigu. Dody menambahkan bahwa pengembangan produk ini sekaligus mampu meningkatkan nilai tambah dari komoditas singkong yang selama ini dihasilkan oleh para petani setempat.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Acara pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Rokhani Hasbullah, yang menjabat sebagai Kepala Divisi Teknik Biosistem IPB University. Setelah sesi pembukaan selesai, materi mengenai peluang bisnis dan usaha dipaparkan oleh Nanik Purwanti selaku dosen di Divisi Teknik Biosistem IPB University. Dalam pemaparannya, Nanik Purwanti menjelaskan secara terperinci bahwa peluang bisnis dari tepung mocaf ini sangat luas dan menjanjikan. Peluang tersebut mencakup pembuatan berbagai macam produk makanan bernilai jual seperti mi, cookies, kue, roti, hingga berbagai produk makanan yang bebas gluten (gluten-free).
Untuk memberikan pemahaman praktis yang menyeluruh bagi para peserta, Ketua Kelompok Tani Setia, Ujang, mendemonstrasikan secara langsung bagaimana proses pembuatan tepung mocaf yang higienis dari awal hingga akhir. Setelah demonstrasi tersebut, para peserta yang didampingi oleh tim dosen langsung mempraktikkan pengolahan tepung mocaf menjadi produk pangan siap saji. Mereka mengolah tepung tersebut menjadi mi ayam mocaf serta cookies sehat. Produk cookies yang dihasilkan ini bersifat bebas gluten sehingga sangat aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya bagi para penderita celiac disease.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Tidak hanya berhenti pada pelatihan dasar, IPB University juga membuka peluang keberlanjutan bagi para peserta untuk terus mengasah kemampuan mereka. Rokhani Hasbullah, yang selain menjabat sebagai Kepala Divisi Teknik Biosistem juga mengemban amanah sebagai Wakil Kepala bidang Inkubator Bisnis dan Kemitraan Industri Science Techno Park (STP) IPB University, secara terbuka memberikan kesempatan bagi para peserta pelatihan untuk memperdalam keterampilan mereka. Para peserta diajak untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di Teaching Industry STP IPB guna meningkatkan keterampilan teknis dan kewirausahaan mereka secara lebih mendalam.






