Hubungan diplomatik antara Israel dan Amerika Serikat kembali memasuki babak krusial seiring dengan rencana pertemuan tatap muka antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2025 ini, menjadi sorotan global mengingat dinamika hubungan kedua pemimpin yang sempat mendingin. Meski publik melihat aliansi kedua negara tetap kokoh, di balik layar, pertemuan ini diatur secara mendadak setelah berbulan-bulan Netanyahu berupaya mendapatkan undangan resmi ke Washington.
Selain agenda utama di Gedung Putih, kunjungan Netanyahu ke Amerika Serikat juga bertepatan dengan rencana kehadirannya dalam upacara pemakaman mendiang Senator AS, Lindsey Graham. Kehadiran Netanyahu di Washington ini dikonfirmasi oleh kantornya, yang menyatakan bahwa sang Perdana Menteri akan bertolak dari Israel pada hari Senin. Pertemuan ini diharapkan menjadi wadah bagi kedua pemimpin untuk membahas berbagai tantangan geopolitik terbesar saat ini, dengan fokus utama pada upaya memenangkan pertempuran sekaligus merumuskan formula perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah.








