apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Diduga Terlambat Ditangani Rumah Sakit, Pasien yang Curhat di Media Sosial Meninggal Dunia

Usat NgajiDiterbitkan 5 Agu 2026 - 10.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Diduga Terlambat Ditangani Rumah Sakit, Pasien yang Curhat di Media Sosial Meninggal Dunia
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Kabar duka mengenai meninggalnya seorang pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan menjadi sorotan publik di media sosial. Yurizal mengembuskan napas terakhirnya setelah sebelumnya sempat mengeluhkan pelayanan di sebuah rumah sakit yang membuatnya harus menunggu lama. Ia mengaku harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit tersebut. Kisah pilu ini memicu perbincangan hangat setelah pihak keluarga mengonfirmasi kepergiannya dan mengungkapkan dugaan keterlambatan penanganan medis yang dialami oleh almarhum.

Informasi mengenai meninggalnya Yurizal pertama kali disampaikan oleh sepupunya yang bernama Hilda Aprianti Perdana. Hilda mengumumkan kabar duka tersebut pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, melalui akun media sosial milik almarhum Yurizal sendiri. Dalam unggahan tersebut, Hilda menjelaskan bahwa Yurizal telah meninggal dunia pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Menurut penjelasan Hilda, sepupunya tersebut meninggal dunia akibat terlambat mendapatkan penanganan dari pihak rumah sakit ketika kondisinya sudah berada dalam keadaan yang sangat gawat atau kritis. Selain itu, Hilda juga mengungkapkan fakta bahwa selama ini Yurizal selalu memendam sendiri penyakitnya dan tidak pernah bercerita kepada orang lain, termasuk kepada anggota keluarganya sendiri.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Sebelum meninggal dunia, Yurizal sempat menuangkan keluhannya secara langsung melalui sebuah unggahan di akun Threads pribadinya pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Dalam curhatannya tersebut, Yurizal menuliskan keluhannya mengenai waktu tunggu yang sangat lama di rumah sakit. Ia menulis bahwa dirinya sudah menunggu selama delapan jam namun belum juga mendapatkan ruangan perawatan. Lebih lanjut, Yurizal juga menyatakan bahwa dirinya enggan membeberkan atau menyebutkan nama rumah sakit tempat ia dirawat karena ia menggunakan fasilitas BPJS untuk mengakses layanan kesehatan tersebut. Curhatan di media sosial Threads ini pun kemudian menjadi viral dan menarik perhatian luas dari para pengguna internet setelah kabar kematiannya diumumkan.

Baca Juga

Polres Lombok Timur dan Polda NTB Pantau SPBU untuk Atasi Antrean Panjang BBM

Polres Lombok Timur dan Polda NTB Pantau SPBU untuk Atasi Antrean Panjang BBM

Setelah kabar meninggalnya Yurizal tersebar, unggahan lamanya di Threads langsung dibanjiri oleh komentar dari berbagai akun. Banyak warganet yang menyoroti respons yang muncul pada unggahan tersebut, terutama komentar-komentar yang diduga berasal dari akun milik tenaga kesehatan maupun dokter. Salah satu komentar yang paling menyita perhatian berasal dari akun dengan nama pengguna @bennychrstn. Akun tersebut menuliskan komentar yang menyinggung soal kapasitas rumah sakit dengan menyatakan bahwa jika ruangan penuh, pasien tidak mungkin dipindahkan ke lantai. Akun @bennychrstn bahkan menuliskan bahwa jika pasien ingin dipindahkan dengan cepat, ruang jenazah selalu kosong. Meskipun beredar informasi di media sosial bahwa pemilik akun @bennychrstn adalah seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan kedokteran, informasi mengenai identitas aslinya belum dapat diverifikasi secara independen.

Selain akun tersebut, terdapat beberapa akun lain yang juga menarik perhatian publik karena memberikan komentar yang dinilai tidak pantas. Akun dengan nama pengguna @erudarahaadini disorot karena mengunggah komentar yang dianggap memiliki nada merendahkan terhadap Yurizal. Sementara itu, akun bernama @1amdika menuliskan komentar yang menyebutkan bahwa pasien sebenarnya akan mendapatkan penanganan yang jauh lebih cepat apabila mengalami serangan jantung sehingga bisa langsung ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tidak hanya itu, komentar yang memicu kritik keras juga datang dari akun @nandafadyla_ yang menuliskan kalimat singkat yang berbunyi, "Bacot nih pasien."

Baca Juga

Tim Pembina Posyandu Bali Apresiasi Kinerja Kader di Badung Lewat Aksi Sosial

Tim Pembina Posyandu Bali Apresiasi Kinerja Kader di Badung Lewat Aksi Sosial

Hingga saat ini, kebenaran mengenai identitas serta status profesi dari pemilik akun-akun yang dikaitkan oleh warganet dengan profesi kesehatan tersebut masih belum menemui titik terang. Belum ada konfirmasi resmi dari pihak mana pun yang memverifikasi apakah pemilik akun-akun tersebut memang benar bekerja sebagai tenaga kesehatan atau dokter. Kasus ini pun menyisakan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat terkait pelayanan kesehatan bagi pengguna BPJS serta bagaimana etika berkomunikasi di media sosial, terutama yang diduga melibatkan oknum di sektor kesehatan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

media sosialBPJS KesehatanPelayanan KesehatanYurizal Tri Chaerawan

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Tembus Level 6.300, Investor Asing Ramai-Ramai Borong Saham Perbankan JumboIndonesia Kecam Keras Serangan Israel yang Hambat Rencana Perdamaian GazaPolres Lombok Timur dan Polda NTB Pantau SPBU untuk Atasi Antrean Panjang BBMTim Pembina Posyandu Bali Apresiasi Kinerja Kader di Badung Lewat Aksi SosialPolres Pemalang Selidiki Kematian Siswa SMP yang Diduga Korban PerundunganSederet Gelar Adat yang Diterima Presiden Joko Widodo dari Berbagai DaerahTASPEN Serahkan Manfaat THT dan JKK Senilai Rp344 Juta kepada Ahli Waris Petugas Damkar DKI JakartaInovasi Layanan Daerah Pacu Capaian Aktivasi Identitas Kependudukan Digital

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap