Malam itu, koridor Rusun ASN 3 Tower 6 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara mendadak berubah sunyi tak seperti biasanya. Di balik pintu kamar bernomor 102, seorang pria yang selama ini menjadi suara resmi Ibu Kota Nusantara mengembuskan napas terakhirnya dalam sepi. Troy Harold Yohanes Pantouw, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, 25 Juli 2026. Ia adalah salah satu wajah akrab di balik setiap pengumuman pembangunan ibu kota baru, yang memilih untuk hidup di hunian sederhana para abdi negara ketimbang berlama-lama di Jakarta.
Pria kelahiran 8 Mei 1968 itu menghabiskan hari-hari terakhirnya di rusun yang ditempatinya bersama para perintis pemerintahan yang pindah lebih awal ke Nusantara. Sebagai juru bicara, Troy bukan sekadar corong informasi; ia adalah perangkai narasi yang menjembatani visi besar Otorita IKN dengan publik. Setiap pernyataan yang ia sampaikan selalu membawa optimisme tentang kota masa depan yang tengah dibangun di tengah hutan Kalimantan. Namun, di usia 58 tahun, ia harus menyelesaikan tugasnya lebih awal dari yang diperkirakan, meninggalkan satu tonggak sejarah yang belum selesai ia ucapkan.
Ponsel Terkunci Face ID Jadi Kunci Misteri Kematian Dokter Muda di Siak

Ketika fajar Sabtu itu merekah, tak ada yang menyangka bahwa siang akan membawa duka. Sekitar pukul 12.45 Wita, Troy dilarikan ke Rumah Sakit Hermina IKN yang berlokasi tidak jauh dari kompleks rusun. Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, yang tinggal persis di hadapan kamar Troy, menjadi saksi detik-detik genting itu. "Beliau dibawa ke RS sekitar pukul 12.45 Wita dan segera diperiksa oleh tim dokter. Pada pukul 14.25 Wita, dokter memastikan beliau meninggal dunia karena sebab alami," kenang Thomas, suaranya terdengar berat saat mengonfirmasi kabar itu pada Sabtu malam. Kamar nomor 102 pun menjadi saksi bisu bahwa bahkan para pionir tak luput dari kelemahan insani.
Kabar berpulangnya Troy segera menyebar melalui unggahan resmi akun Instagram @ikn-id. Dalam unggahan itu, tertulis ucapan duka dengan menyertakan tanggal lahir dan wafatnya, sebuah penghormatan singkat dari institusi yang ia layani dengan sepenuh hati. Bagi Otorita IKN, kepergian ini bukan sekadar kehilangan seorang staf khusus; mereka kehilangan orang yang fasih merawat keyakinan publik akan proyek strategis nasional itu. Troy adalah bagian dari generasi pertama yang membangun bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan fondasi komunikasi dan kepercayaan.
Dana Khusus Palestina Senilai Rp22 Miliar Dijadikan Beasiswa, Tanpa Sentuh Zakat Domestik

Kini, Tower 6 kembali tenang, namun kehampaan di kamar 102 akan terus mengingatkan bahwa di balik megaproyek IKN, ada kisah-kisah pribadi yang kerap tersembunyi. Para abdi negara yang merelakan kenyamanan ibu kota lama demi memajukan Nusantara menjalani keseharian yang tak selalu mudah: berbagi dinding tipis, jauh dari keluarga, dan menghadapi tekanan kerja yang luar biasa. Troy Pantouw adalah salah satu dari mereka yang menulis awal kisah itu, dan menutupnya dengan cara yang akan dikenang sebagai akhir yang penuh kehormatan di tanah yang sedang ia perjuangkan.






