Sebuah peristiwa mengharukan terjadi di kawasan Klender, Jakarta Timur, ketika seorang pemuka agama bernama Ustaz Ahmad Firdaus berpulang ke hadapan Sang Pencipta di tengah-tengah jalannya dakwah. Ustaz yang berusia 53 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya saat sedang memberikan ceramah yang membahas mengenai kematian. Rekaman video yang memperlihatkan detik-detik sebelum kepergiannya kini telah beredar luas dan menjadi viral di berbagai media sosial.
Peristiwa tersebut berlangsung pada hari Kamis (30/7) malam, bertepatan dengan malam Jumat sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Ustaz Ahmad Firdaus tengah mengisi tausiah dalam sebuah acara haul di wilayah Klender. Di tengah penyampaian materi dakwahnya, ketika beliau sedang menyebut nama dan melantunkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW, beliau tiba-tiba tidak sadarkan diri hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kejadian ini dikonfirmasi langsung oleh putra almarhum, Ahmad Fikri Fairus yang berusia 31 tahun. Menurut penuturan Fikri, kepergian sang ayah terasa begitu mendadak saat sedang menyebarkan ilmu agama. Fikri juga mengungkapkan bahwa selama beberapa hari sebelum wafat, ayahnya kerap kali mengangkat tema mengenai rasa rindu dalam setiap ceramah yang disampaikannya. Hal tersebut seolah menjadi isyarat tersendiri sebelum almarhum benar-benar berpulang.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Selain memberikan ceramah yang mendalam, almarhum Ustaz Ahmad Firdaus juga meninggalkan pesan dan nasihat berharga kepada anak-anaknya. Fikri mengenang bahwa sang ayah selalu menekankan agar anak-anaknya hanya bergantung kepada Allah SWT dalam menghadapi setiap kesulitan hidup. Beliau berpesan agar mereka tidak pernah meninggalkan ibadah dan mengingatkan agar jangan pernah berharap atau meminta bantuan kepada manusia, demi menghindari rasa kekecewaan di kemudian hari.
Sesaat setelah kejadian di lokasi pengajian, warga yang hadir segera melarikan Ustaz Ahmad Firdaus ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi setelah kejadian tersebut. Namun, pihak rumah sakit kemudian memberikan konfirmasi bahwa sang ustaz telah meninggal dunia. Jenazah almarhum selanjutnya dimakamkan pada hari Jumat (31/7) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Sumur yang berlokasi di Jalan Dermaga, Jakarta Timur.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Kepergian Ustaz Ahmad Firdaus meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Jamaludin, seorang tetangga almarhum yang berusia 53 tahun, mengenang sosok Ustaz Ahmad Firdaus bukan sekadar sebagai pemuka agama setempat, melainkan juga sebagai sosok kakak, guru, sekaligus teman bergaul sehari-hari. Menurut Jamaludin, almarhum adalah pribadi yang sangat rendah hati dan tidak pernah membeda-bedakan orang lain berdasarkan usia, baik tua maupun muda diperlakukannya dengan cara yang sama.
Jamaludin juga menceritakan keaktifan almarhum dalam membimbing masyarakat, salah satunya melalui kegiatan ziarah ke makam para tokoh agama di wilayah Jakarta yang diinisiasi oleh Ustaz Ahmad Firdaus sendiri. Beberapa makam yang pernah dikunjungi bersama almarhum di antaranya adalah makam KH Ahmad Zayadi Muhajir, KH Ahmad Marzuqi bin Mirshod, Pangeran Jayakarta, hingga makam Keramat Luar Batang yang terletak di Jakarta Utara. Di mata warga, almarhum dikenal sebagai sosok yang selalu siap mendampingi jemaahnya dalam berbagai acara dan tidak pernah menolak ketika diajak untuk menghadiri hajat warga.






