apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Demam saat Menyusui Tidak Selalu Mastitis, Kenali Gejala dan Penanganannya

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 6 Agu 2026 - 19.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Demam saat Menyusui Tidak Selalu Mastitis, Kenali Gejala dan Penanganannya
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Influencer Abel Cantika baru-baru ini membagikan kisahnya mengenai drama payudara bengkak yang dialaminya saat menyusui anak kedua. Pengalaman ini mencerminkan kekhawatiran yang kerap dihadapi oleh banyak ibu menyusui, terutama ketika mengalami demam. Suhu tubuh yang meningkat sering kali menimbulkan kecemasan mendalam terkait risiko mastitis, yaitu kondisi peradangan yang terjadi pada jaringan payudara.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, konselor laktasi dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC, menjelaskan bahwa tidak semua demam yang dialami oleh ibu menyusui merupakan tanda dari mastitis. Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah ini memaparkan bahwa diagnosis mastitis tidak bisa disematkan begitu saja hanya karena adanya kenaikan suhu tubuh. Jika seorang ibu mengalami demam namun tidak ada lecet maupun kemerahan pada payudara, payudara tetap terasa nyaman saat dipegang, proses menyusui berjalan dengan baik, serta produksi ASI tidak berubah, maka kondisi tersebut tidak diprediksi sebagai mastitis. Menurutnya, demam tanpa gejala pada payudara bisa saja dipicu oleh faktor kesehatan lain, seperti infeksi saluran pernapasan atau gangguan pada sistem pencernaan.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Sebaliknya, demam yang disebabkan oleh mastitis umumnya memiliki ciri yang sangat khas. Kenaikan suhu tubuh tersebut biasanya disertai dengan pembengkakan yang nyata, rasa nyeri yang hebat pada area payudara, serta adanya penurunan produksi ASI secara signifikan. Secara umum, mastitis dipicu oleh proses pengosongan payudara yang tidak berjalan dengan sempurna. Kondisi pengosongan yang tidak tuntas ini kerap kali berawal dari masalah puting lecet. Rasa nyeri akibat lecet membuat para ibu cenderung menghindari pengosongan payudara secara total, sehingga sisa ASI menumpuk dan memicu peradangan.

Baca Juga

Kronologi Pembunuhan di Cipayung Depok, Pelaku Mengaku Terlibat Pertikaian Sebelum Mutilasi Korban

Kronologi Pembunuhan di Cipayung Depok, Pelaku Mengaku Terlibat Pertikaian Sebelum Mutilasi Korban

Selain masalah puting lecet, dr. Anastasia juga menyebutkan bahwa frekuensi menyusui yang jarang atau durasi menyusui yang terlalu pendek menjadi pemicu utama lainnya. Masalah teknis seperti pelekatan bayi yang kurang baik saat menyusu juga berkontribusi besar. Pelekatan yang salah dapat menyebabkan puting ibu terhimpit di antara gusi atau bibir bayi, yang pada akhirnya menghambat kelancaran aliran ASI. Oleh karena itu, dr. Anastasia menyarankan para ibu untuk segera melakukan pengosongan payudara sesegera mungkin begitu payudara mulai terasa penuh dan membengkak. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan menempelkan kompres hangat sebelum memompa atau menyusui, serta memberikan pijatan ringan guna membantu melancarkan aliran ASI yang tersumbat.

Bagi para ibu menyusui, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila merasakan adanya benjolan yang menetap atau rasa nyeri yang teramat hebat pada payudara. Penanganan medis yang cepat sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk. Apabila mastitis terjadi secara berulang dan gejala yang dirasakan tidak kunjung membaik dalam waktu dua hari setelah mengonsumsi antibiotik, pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter mutlak diperlukan demi menghindari komplikasi yang lebih serius.

Baca Juga

Badan Gizi Nasional Buka Peluang Libatkan Polisi Tangani Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional Buka Peluang Libatkan Polisi Tangani Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis

Kesehatan ibu menyusui dan pemenuhan gizi keluarga juga menjadi perhatian penting pemerintah dalam program pembangunan nasional. Kepala BKKBN Wihaji menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Pencegahan ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita saja, melainkan juga harus mencakup peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal. Di sisi lain, Muhaimin menegaskan bahwa penetapan prioritas sasaran ini tidak berarti pemerintah mengabaikan kelompok penerima manfaat lainnya. Perhatian tetap diberikan secara merata, termasuk kepada para pekerja sektor informal rentan yang saat ini masih mendominasi struktur ketenagakerjaan di Indonesia dengan porsi mencapai 59,30%.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kesehatan IbuMastitisIbu MenyusuiBKKBN

Berita Terbaru Lainnya

Pemkot Ambon Perkuat Ketahanan Finansial Pelaku UMKM Hadapi Risiko Penyakit KritisKronologi Pembunuhan di Cipayung Depok, Pelaku Mengaku Terlibat Pertikaian Sebelum Mutilasi KorbanBadan Gizi Nasional Buka Peluang Libatkan Polisi Tangani Kasus Keracunan Makan Bergizi GratisKetika Empati Hilang dan Cemoohan Nakes Coreng Pelayanan KesehatanDominasi Generasi Z dalam Struktur Demografi Baru IndonesiaData Kependudukan Terbaru Indonesia Ungkap Ratusan Warga Bernama Uzumaki hingga NobitaKetua Komisi I DPRD Kota Bandung Dorong Sanksi Pidana dan Perdata Kasus Penebangan Pohon di Jalan RiauPrakiraan Cuaca Jawa Tengah 6 Agustus 2026, Puncak Kemarau dan Peringatan Gelombang Tinggi

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

Kesehatan

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap