Kepergian Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Troy Pantouw, menyisakan duka mendalam sekaligus cerita tentang dedikasi tanpa batas yang ia tunjukkan hingga akhir hayatnya. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Troy diketahui tengah mencurahkan energi dan pikirannya untuk mempersiapkan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Agenda besar kenegaraan tersebut rencananya bakal digelar secara khidmat di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Agustus 2026 mendatang.
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, mengungkapkan bahwa seluruh jajaran OIKN saat ini memang sedang memusatkan fokus pada persiapan berbagai kegiatan menyambut hari kemerdekaan tersebut. Bimo mengenang bagaimana dirinya berinteraksi secara intensif dengan Troy untuk mematangkan konsep acara. Komunikasi terakhir mereka terjadi pada Jumat siang, tanggal 24 Juli, di mana mendiang masih tampak bugar dan sama sekali tidak menyampaikan keluhan mengenai kondisi kesehatannya. Pertemuan dan diskusi rutin tersebut menjadi bukti komitmen kuat almarhum dalam mengawal transisi ibu kota baru.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Di mata keluarga, Troy bukan sekadar pejabat publik yang sibuk, melainkan sosok mentor yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari. Sang putra, Romeo Matthew Pantouw, membagikan kesaksian mengenai bagaimana ayahnya menjalani hidup sebagai praktisi komunikasi yang andal. Troy tidak hanya menguasai teori-teori komunikasi secara akademis, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata dalam keseharian, baik saat menjalankan tugas negara di OIKN maupun dalam mendidik keluarga besarnya. Romeo yang juga menempuh studi pascasarjana komunikasi di Universitas Indonesia mengaku sangat mengagumi kerendahan hati dan kemauan sang ayah untuk terus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang dinamis.
Kepergian Troy yang terkesan mendadak ini mengejutkan banyak pihak karena ia tidak memiliki riwayat penyakit berat sebelumnya. Kronologi penemuan jenazah bermula pada Sabtu pagi, 25 Juli, ketika sopir pribadi Troy sudah bersiap di luar untuk mengantarnya ke sebuah agenda kerja penting di IKN. Kecurigaan mulai muncul saat Troy tidak kunjung turun dari kamarnya hingga menjelang siang hari, tepatnya sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WITA. Pihak keluarga yang dihubungi oleh sopir kemudian berinisiatif melakukan panggilan video untuk memantau situasi secara langsung dari jarak jauh.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Upaya untuk membuka pintu kamar menggunakan kode akses digital tidak membuahkan hasil, sehingga petugas pemadam kebakaran terpaksa dipanggil untuk mendobrak masuk demi keselamatan. Di dalam kamar, Troy ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernapas. Meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina di kawasan IKN untuk mendapatkan pertolongan pertama, tim medis menyatakan bahwa Troy telah wafat. Pihak keluarga menyatakan bahwa mendiang meninggal secara wajar tanpa adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau kekurangan oksigen, meninggalkan warisan keteladanan yang akan selalu dikenang oleh rekan kerja maupun keluarga tercinta.






