apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Dampak Kemarau, Bekas Permukiman yang Tenggelam di Bendungan Karian Lebak Kembali Muncul ke Permukaan

Togar PanjaitanDiterbitkan 29 Jul 2026 - 07.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Kemarau, Bekas Permukiman yang Tenggelam di Bendungan Karian Lebak Kembali Muncul ke Permukaan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, Banten, telah menyebabkan volume air di Bendungan Karian menyusut. Kondisi ini memicu fenomena unik, di mana bekas perkampungan yang sebelumnya tenggelam kini kembali muncul ke permukaan. Kemunculan kembali bangunan-bangunan yang sempat hilang dari pandangan ini menarik perhatian warga setempat, terutama para mantan penduduk yang dulu tinggal di sana, untuk datang kembali dan melihat sisa-sisa tempat tinggal mereka.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Perkampungan yang kini terlihat kembali tersebut sebelumnya telah dikosongkan dan ditinggalkan oleh warganya pada tahun 2023. Langkah pengosongan ini dilakukan karena area permukiman tersebut dialihfungsikan menjadi wilayah resapan air untuk proyek Bendungan Karian. Secara administratif, bangunan-bangunan yang kini menyembul kembali berada di ujung genangan, tepatnya di wilayah Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira. Menariknya, struktur bangunan di kawasan tersebut tidak dihancurkan saat proses pembangunan bendungan berlangsung. Pihak otoritas terkait hanya melakukan pembersihan tanaman atau proses clearing pada lahan tersebut, sehingga sisa-sisa bangunan rumah masih berdiri dan dapat terlihat kembali saat air surut.

Baca Juga

Linimasa 18 Operasi Tangkap Tangan KPK Sepanjang 2026, Puluhan Pejabat dan Kepala Daerah Terjaring

Linimasa 18 Operasi Tangkap Tangan KPK Sepanjang 2026, Puluhan Pejabat dan Kepala Daerah Terjaring

Fenomena ini merupakan momen pertama kalinya seluruh perkampungan tersebut terlihat dengan sangat jelas setelah resmi ditenggelamkan pada tahun 2023. Salah seorang mantan warga yang dahulu bermukim di area waduk, Odon, menceritakan pengalamannya. Menurut Odon, dalam kondisi air waduk terisi penuh atau dalam keadaan normal, biasanya hanya bagian atap masjid saja yang masih bisa terlihat menyembul di permukaan air. Odon sendiri dahulu memiliki rumah di Kampung Bolang, sebuah wilayah pemukiman yang letaknya berada di bagian tengah dari waduk tersebut.

Penurunan muka air yang memunculkan kembali kampung ini dijelaskan secara teknis oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3). Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS Cidanau Ciujung Cidurian, Maretha Ayu Kusumawati, mengonfirmasi bahwa saat ini air di dalam waduk mengalami penyusutan sekitar 5 persen. Selain itu, tingkat elevasi air juga tercatat mengalami penurunan sekitar 80 sentimeter jika dibandingkan dengan tinggi muka air dalam kondisi normal. Bekas permukiman warga di Desa Sukarame dan Desa Sukajaya sendiri berada di area hulu bendungan dengan tingkat elevasi di atas +64,50 meter, serta memiliki jarak sekitar 16 kilometer dari as bendungan.

Baca Juga

Menakar Jurus BMKG Modifikasi Cuaca Jakarta, Bagaimana Cara Mengubah Udara Panas Jadi Lebih Adem?

Menakar Jurus BMKG Modifikasi Cuaca Jakarta, Bagaimana Cara Mengubah Udara Panas Jadi Lebih Adem?

Meskipun terjadi penyusutan air yang memperlihatkan kembali puing-puing bangunan lama, pihak pengelola memastikan bahwa kondisi ketersediaan air secara umum masih dalam batas aman. Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana, menyatakan bahwa pasokan serta tampungan air yang ada di Bendungan Karian saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat. Selain itu, suplai untuk Daerah Irigasi (DI) Ciujung juga dipastikan tetap berjalan dengan aman. Untuk menjaga stabilitas pasokan irigasi tersebut, pihak pengelola merilis debit air total sebesar 24 m鲁/detik dari pintu pengambilan (intake) Bendungan Karian menuju ke Bendung Gerak Pamarayan Baru guna melayani Daerah Irigasi Ciujung. Langkah antisipasi dan pemantauan ini terus berjalan seiring dengan prakiraan musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan Agustus mendatang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

LebakBendungan KarianBantenKemarauSajiraBBWSC3

Berita Terbaru Lainnya

Diler Belum Banyak, Bisakah Pemilik Mobil Lepas Servis di Bengkel Chery Group?Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan SemikonduktorKekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air BersihMilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 Diacungi Jempol, Fasilitas Supersoccer Arena Kudus Berstandar InternasionalIHSG Diproyeksi Melemah, Pasar Masih Menanti Kepastian Gubernur Bank Indonesia DefinitifMenakar Peran Danantara di KSSK, Ikut Rapat Koordinasi, tetapi Tanpa Hak SuaraMengapa Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik? Ini PenjelasannyaGubernur BI Mundur, Purbaya Jamin Kebijakan KSSK Tetap Solid dan Ramah Pasar

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap