apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Dampak El Nino, Tujuh Daerah di NTB Masuk Status Awas Kekeringan

Agus CahyonoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 12.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak El Nino, Tujuh Daerah di NTB Masuk Status Awas Kekeringan
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi menetapkan status Awas kekeringan meteorologis untuk tujuh dari sepuluh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi kemarau ekstrem yang melanda wilayah tersebut dilaporkan kian memburuk akibat pengaruh fenomena El Nino yang terus menguat. Indeks intensitas fenomena pemanasan suhu muka laut ini tercatat telah mencapai angka +2,26 derajat Celsius, yang menandakan tingkat keparahan tinggi pada musim kemarau kali ini.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Berdasarkan data yang dihimpun, dampak kekeringan terparah dirasakan di 17 kecamatan yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota yang masuk dalam status Awas tersebut. Salah satu wilayah yang mengalami situasi paling kritis adalah Kabupaten Bima. Di daerah ini, Pos Hujan Belo dan Pos Hujan Bolo mencatatkan rekor tidak adanya hujan selama 74 hari berturut-turut. Akibat tidak adanya curah hujan selama lebih dari dua bulan, wilayah Belo dan Bolo kini dikategorikan berada dalam kondisi kekeringan ekstrem.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, menjelaskan bahwa akumulasi curah hujan di sebagian besar wilayah NTB pada akhir Juli 2026 berada dalam kategori yang sangat rendah. Curah hujan rata-rata hanya berkisar antara 0 hingga 10 milimeter per dasarian. Dari seluruh wilayah pemantauan, curah hujan tertinggi pada akhir Juli lalu hanya tercatat di Pos Hujan Lenangguar yang terletak di Kabupaten Sumbawa, dengan besaran 19 milimeter per dasarian.

Baca Juga

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini Sabtu 1 Agustus 2026

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini Sabtu 1 Agustus 2026

Kondisi kering ini diproyeksikan masih akan berlangsung cukup lama. BMKG memperkirakan bahwa peluang terjadinya hujan pada dasarian pertama bulan Agustus 2026, yakni dari tanggal 1 hingga 10 Agustus, sangatlah kecil. Probabilitas kemunculan hujan di seluruh cakupan wilayah NTB diperkirakan berada di bawah angka 10 persen. Puncak musim kemarau di provinsi ini sendiri diprediksi akan terjadi sepanjang bulan Agustus 2026, sehingga kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan.

Selain curah hujan yang minim, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait potensi angin kencang yang dapat mencapai kecepatan hingga 20 knot di wilayah NTB. Angin kencang ini dipicu oleh penguatan Monsun Australia yang saat ini aktif. BMKG juga memberikan klarifikasi mengenai kemungkinan adanya hujan ringan yang sesekali terjadi. BMKG menegaskan bahwa turunnya hujan ringan di wilayah NTB akhir-akhir ini bukanlah pertanda masuknya masa peralihan musim, melainkan akibat dari adanya anomali suhu muka laut.

Baca Juga

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Wilayah Laut Seram Bagian Timur Maluku Pagi Ini

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Wilayah Laut Seram Bagian Timur Maluku Pagi Ini

Melihat perkembangan iklim global, penguatan El Nino diperkirakan masih akan bertahan dalam beberapa bulan ke depan. BMKG memproyeksikan fenomena El Nino ini akan terus berlangsung dengan intensitas yang kuat hingga awal tahun 2027. Di sisi lain, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) atau Dipol Samudra Hindia saat ini terpantau masih berada pada fase netral. Kendati demikian, IOD diproyeksikan akan mulai bergeser menuju fase positif pada periode September hingga Desember 2026, yang berpotensi semakin menekan curah hujan di wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk NTB.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

cuaca ekstremkekeringanEl NinoBMKGNusa Tenggara Barat

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru Senilai Rp 21,6 TriliunSaka Energi Indonesia Bersiap Garap Cadangan Migas Baru di Blok Pekawai Kalimantan TimurDanantara Ungkap Alasan Laporan Keuangan Perdana Belum TerbitBULOG Edukasi Mutu Beras, Kualitas Ditentukan Standar Pemerintah, Bukan Sekadar Warna PutihPSAK 117 Berlaku, Premi Bukan Lagi Patokan Kinerja Perusahaan AsuransiJadwal dan Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini Sabtu 1 Agustus 2026Ketika Rasa Takut Menjadi Jarak, Catatan untuk Orang Tua yang CemasAcara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Hari Ini, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap